Kaki Prostetik Liam Malone dan Dua Emas Paralimpiade

Kaki Prostetik Liam Malone dan Dua Emas Paralimpiade

Liam Malone merupakan sprinter asal Selandia Baru yang tampil menggunakan prostesis pada kedua tungkai bawahnya. Ia menjadi salah satu atlet para atletik yang mendapatkan perhatian besar setelah penampilannya pada Paralimpiade Rio 2016.

Malone lahir dengan fibular hemimelia pada kedua kaki. Kedua kakinya kemudian diamputasi di bawah lutut ketika ia masih berusia 18 bulan.

Perjalanan Liam Malone

Malone mulai menunjukkan kemampuan sebagai sprinter ketika masih remaja. Namun, ia sempat berhenti dari olahraga ketika keluarganya menghadapi masa sulit.

Ia kembali menekuni atletik pada 2013. Pada periode tersebut, ia juga berusaha mendapatkan running blades yang sesuai untuk latihan dan kompetisi.

Pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2015 di Doha, Malone finis kelima pada 100 meter T44 dan keenam pada 200 meter T44.

Prestasi Liam Malone di Rio 2016

Paralimpiade Rio 2016 menjadi titik penting dalam karier Malone. Ia memenangkan medali perak pada nomor 100 meter T44.

Pada nomor 200 meter T44, Malone meraih medali emas dengan waktu 21,06 detik. Ia kemudian kembali meraih emas pada nomor 400 meter T44 dengan waktu 46,20 detik.

IPC mencatat bahwa Malone membuat rekor Paralimpiade pada setiap nomor yang ia ikuti di Rio 2016. Ia pulang dari Brasil dengan dua emas dan satu perak.

Kaki Prostetik Liam Malone dalam Kariernya

Running blade menjadi bagian penting dari perlengkapan olahraga Malone. Setelah kembali ke atletik, ia berusaha mendapatkan perangkat yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berlari.

Pengalaman Malone memperlihatkan bahwa penggunaan prostesis olahraga membutuhkan proses adaptasi, latihan, dan penyesuaian dengan teknik olahraga.

Inspirasi dari Liam Malone

Liam Malone menunjukkan bagaimana atlet dengan prostesis dapat berkembang hingga mencapai podium Paralimpiade.

Prestasinya di Rio 2016 menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah para atletik Selandia Baru. Kisahnya juga dapat memberikan gambaran mengenai peran prostesis olahraga dalam membantu atlet mengikuti kompetisi tingkat dunia.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518