Kelompok difabel produksi tangan dan kaki palsu untuk bantu sesama

Kelompok Kreativitas Difabel di Bandung, Jawa Barat, menjadi contoh nyata pemberdayaan penyandang disabilitas. Komunitas ini memproduksi kaki palsu dan tangan palsu sekaligus membantu masyarakat difabel yang membutuhkan alat bantu dengan harga lebih terjangkau.

Membangun Kemandirian Melalui Prostetik

Kelompok Kreativitas Difabel tidak hanya memproduksi prostetik, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, sebagian keuntungan dari penjualan produk disisihkan untuk membantu difabel yang kurang mampu memperoleh kaki palsu maupun tangan palsu.

Program tersebut menunjukkan bahwa usaha sosial dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Peran Didin dalam Pembuatan Kaki Palsu

Didin Prasetyo merupakan salah satu anggota Kelompok Kreativitas Difabel yang aktif membuat kaki palsu. Pria asal Banjarnegara, Jawa Tengah, telah tinggal dan bekerja di bengkel komunitas tersebut selama dua tahun.

Meski mengalami cedera tulang ekor yang membuatnya harus berjongkok saat berjalan, Didin tetap bersemangat membantu sesama penyandang disabilitas. Baginya, dapat berkarya dan melihat orang lain kembali beraktivitas menjadi kebahagiaan tersendiri.

Ribut Setiawan Menemukan Kesempatan Baru

Sementara itu, Ribut Setiawan bergabung dengan Kelompok Kreativitas Difabel setelah kehilangan tangan kirinya akibat infeksi yang berujung amputasi. Sebelumnya, ia mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan di daerah asalnya.

Selanjutnya, ia memutuskan bergabung dengan komunitas tersebut setelah mendapat ajakan dari salah satu pendirinya. Di bengkel ini, Ribut memperoleh kesempatan untuk berkarya sekaligus mendukung penyandang disabilitas lainnya.

Dampak Positif bagi Komunitas Difabel

Keberadaan Kelompok Kreativitas Difabel memberikan manfaat yang luas. Selain memproduksi alat bantu prostetik, komunitas ini juga membuka kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan anggota, dan memperkuat rasa percaya diri penyandang disabilitas.

Di sisi lain, kegiatan tersebut membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan semangat gotong royong, komunitas ini terus membantu lebih banyak penyandang amputasi mendapatkan kehidupan yang lebih mandiri.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518