Andika Syaifuddin merupakan seorang difabel Cerebral Palsy (CP). Kerja otaknya lebih lambat dari orang-orang pada umumnya. Ia melakukan aktivitas kegiatan sehari-hari dengan kursi roda.
Kalau melakukan aktivitas yang membuatnya capek, biasanya badannya langsung panas.
Untuk membuat kondisinya tetap fit, sang ibu, Sri Asiyah, memberikan berbagai macam obat yang harus diminum Andika.
Andika mulai belajar ilmu desain grafis pada umur 18 tahun saat dia masuk balai rehabilitasi. Setelah sekian lama belajar desain grafis, temannya mengajak Andika untuk ikut lomba kontes logo.
“Jadi kan belajar komputer itu kan dari jam 8 sampai jam 11, setelah itu aku belajar corel lihat di YouTube. Sampai ditunggu satpam, aku bilang nanti dulu pak aku tak belajar dulu. alhamdulillah akhirnya aku menang kontes,” kata Andika dikutip dari kanal YouTube Pecah Telur.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





