Kisah I Gusti Ketut Arya: Pelukis Disabilitas Tanpa Kaki dan Satu Tangan

Keterbatasan fisik tidak menghalangi I Gusti Ketut Arya Subakti, pelukis disabilitas dari Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Bocah berusia 15 tahun ini lahir tanpa kedua kaki dan tangan kanan. Meski begitu, Arya tetap semangat mewujudkan mimpinya menjadi pelukis handal.

Arya memulai melukis secara otodidak sejak usia 7 tahun dengan bantuan saudara-saudaranya. Berkat kegigihannya, ia kini semakin terampil melukis di kanvas. Lukisan-lukisannya beragam, mulai dari pemandangan alam, tarian Bali, hingga ogoh-ogoh dan barong, yang merupakan favoritnya.

Arya memiliki impian untuk memiliki studio lukisan sendiri agar banyak orang dapat melihat karyanya. Untuk lukisan rumit, ia membutuhkan waktu 1-2 bulan. Sementara itu, lukisan tema sederhana seperti pemandangan selesai dalam 4 jam hingga lima hari.

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena

1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan

2. Lolos Uji Kompetensi

3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR

4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518