Kiana Clay Pembalap Off-Road Wanita dengan Satu Tangan

Kiana Clay pembalap off-road wanita dengan satu tangan. Pada ajang balap profesional, pembalap dituntut untuk punya kondisi fisik yang prima agar bisa tampil dengan maksimal. Tak hanya fisik, mental pun harus disiapkan dengan matang. Soal kondisi fisik, Kiana Clay mungkin harus menerima kenyataan, saat tangan kanannya lumpuh karena kecelakaan saat balapan. Tapi soal mental, pembalap off-road wanita ini sangat luar biasa.

Kisah Pilu Kiana Clay

Kisah pilu Kiana Clay terjadi pada 18 November 2006. Saat itu, usianya masih 12 tahun dan ia sudah menggeluti ajang balap off-road kelas junior. Kejadian itu, mungkin sulit dilupakan oleh Kiana Clay. Saat itu, ia sedang melompat sesaat setelah melewati garis finis. Nahas, pembalap lain di belakangnya mendarat tepat di leher Kiana.

Seketika, ia tidak bisa merasakan lagi lengan kanannya dan jika tidak ditangani dengan segera dan berhati-hati. Bukan tidak mungkin ia bisa meninggal saat itu juga. Dengan gegas, tim paramedis pun langsung memberikan penopang di leher Kiana, sembari dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, sumsum tulang belakang Kiana mengalami cedera dan berdampak ke lengan kanannya. Secercah harapan muncul, karena lengan kanannya masih memungkinkan untuk normal kembali dengan terapi dan rehabilitasi yang intensif.

Satu bulan kemudian, mimpi buruk bagi Kiana yang, lagi-lagi mengalami kecelakaan. Tidak di lintasan balap off-road, ia terlibat kecelakaan dengan pengemudi mobil yang sedang mabuk. Proses terapi dan rehabilitasi yang tengah dijalani Kiana pun sia-sia, karena insiden kedua itu benar-benar melumpuhkan lengan kanannya.

Semangat Kiana Clay Kembali

Tujuh tahun berselang, Kiana belajar untuk mengendarai sepeda motor dengan tangan kirinya, di sepeda motor Kawasaki KX110 miliknya. Dengan gairah di dunia balap dan sepeda motor, membuat proses belajar Kiana jadi mudah dan cepat. Sudah mahir dengan motor berukuran kecil (Kawasaki KX110), Kiana pun memberanikan diri menggunakan sepeda motor yang lebih besar.

Semakin percaya diri, Kiana Clay bahkan sempat mengikuti ajang Moto Sport Adaptive, sebuah ajang balap off-road khusus penyandang disabilitas. Hasilnya, ia berhasil meraih posisi tiga di ajang tersebut. Melalui ajang Adaptive Action Sports. Kiana Clay pun terus melatih dirinya untuk ikut berpartisipasi bersama tim snowboard Amerika Serikat, di ajang Paralimpik 2020.

”Aku bisa saja, hanya duduk di sini diam dan memikirkan bagaimana hidup dengan satu lengan itu menyebalkan. Atau aku bisa keluar dan tetap gembira karena aku punya dua kaki dan sebuah lengan. Dan jantungku pun masih berdegup, juga otak yang masih berfungsi dengan baik. Ini tidak akan membuatku berhenti, dari apa yang aku ingin lakukan. Jika aku ingin pergi mengendarai sebuah motor trail, maka aku akan melakukan itu.” Ujar Kiana Clay.

Kisah Kiana Clay yang tetap semangat menjalani kehidupannya sebagai pembalap off-road, meski hanya dengan satu lengan. Sangatlah inspiratif dan membuat terenyuh. Terima kasih, Kiana Clay!

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).

Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.

2. Lolos Uji Kompetensi.

3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.

4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.

SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

ipoedkakipalsu.com

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518