Seorang wanita Korea Selatan bernama Hong Seoyoon membuktikan difabel tetap bisa menjelajah dunia. Hong Seoyoon merupakan salah satu difabel yang telah berkelana ke berbagai negara. Kondisinya yang harus menggunakan kursi roda tak menyurutkan semangatnya berwisata. Setidaknya sudah 30 negara ia kunjungi, termasuk salah satunya adalah Indonesia.

Selain hobi jalan-jalan, Seoyoon juga seorang aktivis yang vokal dalam menyeruakan hak para difabel sepertinya. Seoyoon melakukannya karena ia pernah merasakan diskriminasi. Hal itu terjadi saat Korea Selatan masih belum memahami pentingnya fasilitas penunjang untuk para difabel. Seoyoon mengabadikan momen perjalanannya dalam sebuah buku berjudul ‘Europe, There’s No Reason Not To Go’. Buku ini adalah buku perjalanan pertama yang ditulis pengguna kursi roda.

Menurutnya dari seluruh negara yang sudah ia kunjungi, Swiss punya infrastruktur terbaik. Setiap tempat dihubungkan dengan fasilitas ramah difabel dan mereka mau melakukan investasi besar untuk kenyamanan wisatawan. Salah satu momen travelingnya yang paling berkesan adalah ketika mencoba paralayang di Swiss. Banyak orang bertanya padanya bagaimana rasanya melakukan olahraga yang terlihat mustahil dilakukan difabel itu. Paralayang pun bisa dilakukan asal fasilitasnya memadai dan pihak wisata mau mengusahakannya.

Seoyoon juga menjelaskan kalau fasilitas di Korea Selatan masih tertinggal bila dibandingkan ketika kunjungannya ke Jepang dimana transportasi umum mudah diakses difabel. Dari sejumlah pengalaman itu, Seoyoon mendorong pemerintah Seoul untuk membuat jalan dan transportasi publik menjadi ramah turis difabel. Sejak 2017, Seoul telah memiliki 9.000 fasilitas ramah difabel termasuk lift, toilet khusus difabel dan membuat jalan dengan penanda untuk orang buta. Selain itu di awal 2019, mereka juga membuka Danurim Centre yang memberikan informasi tempat wisata dan transportasi yang bisa diakses difabel dalam dan luar negeri. Pemberlakuan kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari Seoyoon. Tak dapat dimungkiri, sosok Seoyoon telah menjadi ikon bagi pariwisata ramah difabel di Korea Selatan.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
  2. Lolos Uji Kompetensi.
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

ipoedkakipalsu.com

Open chat