Kisah Indra Sumedi Produksi Alat Bantu bagi Difabel 

seorang penyandang disabilitas tidak menghentikan tekad Indra Sumedi (49) untuk terus memberi arti di kehidupan orang-orang di sekitarnya. Meski hidup sempat tidak kunjung memberi cercah harapan setelah peristiwa kecelakaan yang dialaminya, Indra memutuskan untuk memproduksi kaki dan tangan prostetik bagi para penyandang disabilitas lain yang kurang mampu.Indra yang dulunya merupakan seorang preman

pernah mengalami kejadian naas di Terminal Cibatu, Garut, pada tahun 1998. Pada saat itu, ia melarikan diri ke rel kereta api setelah terus dipukul mundur oleh delapan orang yang menghantamnyamenghantaminya. Kaburnya Indra ke rel rupanya mengirim sosoknya ke peristiwa celaka. Tubuhnya terlindas oleh kereta. Awalnya, ia dinyatakan sudah tidak bernyawa, tetapi rupanya takdir menoreh tulisan lain. Setelah dilarikan ke rumah sakit, Indra masih bisa bertahan hidup meski sehabis itu kedua kakinya dinyatakan harus diamputasi.

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518