Bob Wieland adalah seorang mantan prajurit Vietnam yang kehilangan kedua kakinya akibat serangan ranjau di perang Vietnam pada tahun 1969. Namun, kehilangan kedua kakinya tidak membuatnya putus asa. Bob Wieland mengambil langkah berani dan menginspirasi dunia dengan menyeberangi Amerika dengan tangan kosong.
Bob Wieland memulai perjalanan sejauh 3.200 mil dari California ke Washington DC pada tahun 1982. Ia menyeberangi Amerika hanya dengan menggunakan tangannya selama lebih dari tiga tahun, dari 1982 hingga 1985. Ia merayakan ulang tahunnya yang ke-40 di tengah-tengah perjalanan ini.
Perjalanan Bob Wieland yang menakjubkan ini menginspirasi banyak orang. Ia terus berjalan dengan tekad dan semangat yang kuat. Ia melintasi pegunungan, hutan belantara, dan jalanan yang padat kendaraan dengan hanya menggunakan tangan dan lutut.
Meskipun perjalanan ini tidak mudah, Bob Wieland selalu mencari cara untuk terus bergerak maju. Ia memperoleh dukungan dari banyak orang di seluruh negeri. Banyak orang memberinya makanan, tempat bermalam, dan bantuan lainnya selama perjalanan ini.
Bob Wieland menyeberangi Amerika dengan tangan kosong selama tiga tahun dan tujuh bulan sebelum akhirnya mencapai Washington DC pada tanggal 10 Oktober 1985. Ia menerima sambutan meriah dari masyarakat dan pemerintah setempat, serta diberikan penghargaan oleh Presiden Ronald Reagan.
Prestasi Bob Wieland yang luar biasa ini telah menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa ketekunan dan semangat juang yang kuat dapat mengalahkan segala rintangan dalam hidup. Kisah inspiratif Bob Wieland telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





