nanda Mei Sholihah menjadi salah satu penyumbang emas terbanyak dari atletik ASEAN Para Games (APG) 2022 Solo usai membawa pulang medali emas ketiga setelah menjadi yang terbaik di nomor lari 400 meter T47.
Berlaga di lintasan lari Stadion Manahan, Surakarta, Nanda Mei Sholihah sukses membukukan catatan waktu satu menit 3,160 detik. Sedangkan perak direbut atlet Thailand Sasirawan dan medali perunggu direbut wakil Myanmar, Nandar.
“Saya memang sempat ragu saat turun di 400 meter. Kan beda dengan 100 dan 200 meter. Tapi alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik. Terima kasih atas dukungannya,” kata Nanda Mei Sholihah, dikutip Antara.
Namun, sebelum menjadi atlet piawai seperti sekarang, siapa sangka jika Nanda Mei Sholihah sempat ditolak oleh salah satu sekolah dan dikucilkan karena keterbatasan fisiknya.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional.





