Raihan puncak Suparniyati dicapai bukan dengan tolakan terbaik. Rica Oktavia merebut emas dan memecahkan rekor meski harus berlatih di dua nomor berbeda. Bersama Tiwa, ketiganya berharap bisa tampil di Paralympic.
DUA perempuan itu masing-masing masih membawa tas ransel di punggung. Capek, tentu saja. Sebab, dua jam sebelumnya mereka baru menyelesaikan nomor tolak peluru di klasifikasi F20 Asian Para Games 2018.
Tapi, Suparniyati dan Tiwa, dua perempuan tersebut, tak hendak beranjak. Meski tugas sudah mereka tuntaskan: Suparniyati merebut emas, sedangkan Tiwa perunggu.
Keduanya setia menunggu sang sahabat, Rica Oktavia, yang baru turun dari podium. Setelah merebut emas di lompat jauh T20. Dan, akhirnya, di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin sore itu, mereka bertemu. Berpelukan. Merayakan kemenangan. Keharuan pun menyeruak.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





