Jadwal harian Levi Vloet mencerminkan komitmennya yang tanpa kompromi terhadap olahraga. Pagi hari dimulai dengan sesi kekuatan di gym selama dua jam, diikuti dengan latihan teknik lari di trek. Siang hari diisi dengan fisioterapi dan sesi pemulihan, sementara sore hari kembali dihabiskan untuk latihan kecepatan dan ketahanan.
“Kadang tubuh saya benar-benar menolak untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari,” akunya jujur. “Tapi saya selalu ingat mimpi saya untuk berdiri di podium Paralimpiade.” Levi Vloet juga harus beradaptasi dengan berbagai tantangan fisik unik yang dihadapi para atlet amputasi, seperti iritasi kulit di bagian stump (tunggul kaki) yang terus bergesekan dengan prostetik, atau keseimbangan tubuh yang mudah terganggu saat cuaca ekstrem. Namun, semua pengorbanan ini terbayar ketika ia mulai meraih hasil di kompetisi internasional.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





