Loredana Toma : Perjuangan dan Awal Mula Karier Olahraga 

Setelah masa pemulihan, Loredana bertekad menggunakan kaki palsu (prostetik). Namun kenyataan pahit menghampiri – tingkat amputasinya yang terlalu tinggi membuat penggunaan prostesis hampir mustahil. “Aku bahkan tidak punya cukup tunggul untuk menopang kaki tiruan,” ujarnya putus asa. Berbulan-bulan ia merasa seperti “sayuran” tak berguna. Titik balik Loredana datang ketika seorang teman memperkenalkannya pada olahraga musim dingin. Meski awalnya ragu, ternyata olahraga menjadi jawaban atas kebuntuannya. Biathlon dan ski lintas alam memberinya harapan baru dan tujuan hidup.

Meski tantangan fisiknya besar, Loredana tidak menyerah. Dengan tekad baja, ia mulai berlatih intensif, belajar menyeimbangkan tubuhnya tanpa mengandalkan kedua kaki. Perlahan, ia tak hanya menguasai olahraga musim dingin, tetapi juga menemukan kepercayaan diri yang hilang. “Kaki palsu bukan lagi batasan, tapi alat yang membantuku meraih mimpi,” ucapnya dengan semangat. Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak harus menghentikan seseorang dari mencapai hal-hal luar biasa.

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
  2. Lolos Uji Kompetensi
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518