Setelah kehilangan kedua kakinya dalam insiden ledakan ranjau saat bertugas sebagai relawan medis di Donbas tahun 2014, Setelah kehilangan kedua kakinya saat bertugas sebagai relawan medis di Donbas 2014, Loredana Toma bangkit menjadi inspirasi. Ia tak hanya sukses sebagai atlet paralimpiade, tapi juga pionir kesetaraan gender di olahraga disabilitas.
Sebagai atlet sepeda tangan perempuan, Loredana aktif menyuarakan masalah yang dihadapi atlet disabilitas perempuan:
- Ketimpangan Sponsor – Hanya 30% dana sponsor untuk atlet perempuan
- Fasilitas Terbatas – Minimnya sarana latihan khusus perempuan
- Stereotip Gender – Anggapan bahwa olahraga disabilitas lebih cocok untuk pria
“Kami butuh dukungan lebih untuk atlet perempuan disabilitas,” tegas Loredana di Konferensi Olahraga Inklusif Eropa 2025. “Kehilangan kaki saya justru memacu saya berjuang untuk kesetaraan.”
Prestasi Loredana:
- Medali Paralimpiade Paris 2024
- Juara Dunia Sepeda Tangan 2025
- Pendiri Akademi Pelatihan Atlet Disabilitas Perempuan
Kini sebagai Duta EqualPlay Ukraina, Loredana terus memperjuangkan hak atlet perempuan disabilitas..
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





