Meski kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan lalu lintas sepuluh tahun silam, Loredana Toma membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk menjadi juara. Di Paralimpiade Paris, atlet sepeda tangan Rumania ini menunjukkan kecerdikan taktis yang mengagumkan.
Menyadari peluang emas dan perak sudah dikuasai atlet Belanda dan Prancis yang lebih berpengalaman, Loredana memfokuskan strateginya pada perebutan medali perunggu melawan pesaing ketat dari Tiongkok dan Portugal. Keputusannya untuk tidak mengerahkan tenaga maksimal di balapan pertama terbukti brilian – ia menyimpan energi untuk balapan kedua yang menentukan.
Strategi ini berbuah manis. Di balapan kedua, terjadi kecelakaan massal di tikungan pertama yang mengeliminasi banyak pesaing utama. Loredana yang memilih lebih berhati-hati berhasil menghindari insiden tersebut dan finis di posisi ketiga.
“Pengalamanku di biathlon musim dingin membantu menyusun strategi untuk balapan berturut-turut,” ujar Loredana dengan mata berbinar. “Dan kehilangan kedua kakiku justru mengajariku untuk lebih kreatif dalam menyusun taktik.”
Kemenangan ini bukan sekadar tentang fisik, tapi tentang kecerdikan membaca situasi dan kemampuan beradaptasi – kualitas yang membuat Loredana menjadi atlet paralimpiade yang begitu istimewa. Medali perunggu Paris menjadi bukti nyata bahwa dengan kecerdasan strategi dan tekad baja, segala keterbatasan bisa ditaklukkan.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





