Kaki palsu atau prothesa merupakan alat bantu yang dapat membantu penyandang tunadaksa menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Penggunaan kaki palsu tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berjalan. Selain itu, kaki palsu dapat mendukung mobilitas, perawatan diri, dan berbagai aktivitas fisik pengguna.
Penelitian yang dilakukan oleh Raden Adhi Warsyah Saputra pada 2013 menganalisis manfaat penggunaan kaki palsu terhadap aktivitas fisik penyandang tunadaksa di Paguyuban Penyandang Cacat Jasmani dan Wirausaha. Penelitian ini melihat pengalaman pengguna secara langsung dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari dengan menggunakan kaki palsu.
Tujuan Penelitian tentang Kaki Palsu
Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat kaki palsu terhadap aktivitas fisik penyandang tunadaksa. Secara khusus, penelitian melihat bagaimana kaki palsu membantu pengguna melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Tunadaksa merupakan kondisi yang dapat memengaruhi fungsi anggota gerak, tulang, otot, atau persendian. Kondisi tersebut dapat terjadi sejak lahir maupun akibat penyakit dan kecelakaan.
Karena itu, bagi seseorang yang kehilangan anggota gerak, kaki palsu dapat menjadi salah satu alat bantu untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi ketergantungan terhadap orang lain.
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional dan analisis deskriptif.
Informan penelitian terdiri dari 8 orang penyandang tunadaksa yang menggunakan kaki palsu di Paguyuban Penyandang Cacat Jasmani dan Wirausaha.
Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa metode, yaitu:
- Wawancara mendalam.
- Observasi aktivitas informan.
- Triangulasi sumber.
- Triangulasi teknik.
Metode tersebut digunakan untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman pengguna dan manfaat kaki palsu dalam aktivitas fisik sehari-hari.
Motivasi Menggunakan Kaki Palsu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan memiliki motivasi untuk menggunakan kaki palsu. Keinginan untuk bangkit, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri menjadi beberapa alasan utama.
Dengan menggunakan kaki palsu, pengguna memiliki kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain.
Selain itu, kemampuan untuk bergerak secara lebih mandiri dapat membantu pengguna menjalankan aktivitas pribadi maupun kegiatan produktif.
Manfaat Kaki Palsu bagi Aktivitas Fisik
Seluruh informan mengetahui fungsi dan manfaat kaki palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaki palsu membantu pengguna dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, terutama perawatan diri dan mobilitas.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
- Merawat diri sendiri.
- Berjalan dan berpindah tempat.
- Melakukan aktivitas sehari-hari.
- Melakukan pekerjaan.
- Mengikuti kegiatan produktif.
- Menjalankan aktivitas tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
Meskipun demikian, kemampuan setiap pengguna dapat berbeda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi tubuh, jenis amputasi, kemampuan beradaptasi, dan kondisi kaki palsu yang digunakan.
Aktivitas yang Masih Membutuhkan Bantuan
Walaupun kaki palsu dapat meningkatkan mobilitas, tidak semua aktivitas dapat dilakukan dengan tingkat kemudahan yang sama.
Naik tangga menjadi salah satu aktivitas yang masih dapat memberikan tantangan bagi pengguna. Beberapa informan masih membutuhkan bantuan ringan hingga sedang ketika melakukan aktivitas tersebut.
Kemampuan naik tangga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis amputasi, keseimbangan tubuh, kemampuan beradaptasi, serta kondisi dan desain kaki palsu.
Oleh karena itu, penggunaan kaki palsu tidak secara otomatis membuat semua aktivitas menjadi mudah. Pengguna tetap membutuhkan latihan dan proses adaptasi agar dapat bergerak dengan lebih aman dan stabil.
Kecepatan Aktivitas dengan Kaki Palsu
Seluruh informan menyatakan bahwa mereka dapat melakukan berbagai aktivitas fisik seperti manusia pada umumnya. Namun, beberapa aktivitas membutuhkan waktu yang lebih lama.
Hal tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian keseimbangan dan koordinasi tubuh ketika menggunakan kaki palsu. Pengguna perlu membiasakan diri dengan alat bantu agar gerakan menjadi lebih stabil.
Dengan demikian, kaki palsu dapat membantu meningkatkan kemampuan aktivitas fisik, tetapi proses adaptasi tetap menjadi bagian penting dalam penggunaannya.
Pentingnya Perawatan Kaki Palsu
Selain kemampuan beradaptasi, perawatan kaki palsu juga penting untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan fungsi alat.
Sebagian besar informan mengetahui cara melakukan perawatan kaki palsu. Beberapa bentuk perawatan yang disebutkan dalam penelitian meliputi:
- Memberikan oli pada bagian engsel.
- Menambahkan karet pada alas kaki agar tidak mudah licin.
- Membersihkan kaki palsu secara rutin.
- Memeriksa bagian-bagian kaki palsu secara berkala.
- Memastikan komponen kaki palsu tetap dalam kondisi baik.
Perawatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kondisi kaki palsu sehingga tetap nyaman digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Kaki Palsu dan Kemandirian Pengguna
Salah satu manfaat penting dari penggunaan kaki palsu adalah meningkatnya kemandirian pengguna.
Dengan alat bantu yang sesuai, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas pribadi tanpa selalu meminta bantuan orang lain. Kemampuan tersebut dapat mencakup perawatan diri, berjalan, berpindah tempat, hingga melakukan pekerjaan dan kegiatan produktif.
Namun, tingkat kemandirian setiap pengguna tidak selalu sama. Kondisi fisik, jenis amputasi, kemampuan adaptasi, dan kesesuaian kaki palsu dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
