Mas Warsono kaki buntung jadi motivator. Kita bisa belajar dari siapapun karena setiap orang sesungguhnya memiliki kelebihan yang belum tentu kita miliki. Jangan melihat siapa yang berbicara tapi dengarkanlah apa yang dikatakannya. Kalau memang bermanfaat, tidak ada salahnya kita mengadopsinya. Ditemui di tempat pekerjaannya di salah satu pompa bensin yang berlokasi di Kabupaten Batang. Pemuda yang tampil penuh percaya diri dan ganteng ini, ternyata kaki kirinya buntung. 3 Tahun lalu pemuda yang bernama Warsono ini mendapat kecelakaan ketika mengendarai sepeda motor. Kendaraannya diserempet truk. Jatuh terkapar di jalan raya dan disamping sepeda motornya hancur, ikut berserakkan tulang belulang dari kaki kirinya hingga batas paha.
Dilarikan ke UGD dan dirawat intensif oleh specialist orthopaedic. Namun keputusan tim medis, kaki kiri dari mulai paha kebawah sudah tidak tertolong lagi karena tulang belulangnya sudah berantakan. Satu satunya jalan untuk menyelamatkan jiwanya adalah amputasi. Sebuah kata yang amat mengerikan bagi setiap orang yang mengalaminya.Amputasi adalah kata lain dari :” dipotong”. ‘Pada awalnya amat sangat menakutkan dan menyakiti. Tapi sekarang saya sudah bisa menerima dengan berlapang dada garis tangan yang harus saya lalui “ terang Mas Warsono. Pekerjaannya adalah menjaga kebersihan toilet yang terdapat di lokasi pompa bensin dikawasan Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Pembicaraan singkat dengan mas Warsono terpaksa harus terputus karena kami sudah harus bergerak mengisi BBM. Namun si mbak Desi,yang rupanya diam diam memperhatikan ketika saya mewawancarai mas Warsono, tanpa diminta, memberikan tambahan informasi. Ternyata di desanya, Warsono dikenal sebagai motivator bagi pemuda pemuda seusianya. Sehingga yang tadinya bermalas malasan ,kini sudah bekerjauntuk menunjang kehidupan keluarga.
“Saya sendiri dimotivasi oleh mas Warsono, “ kata Mbak Desi.” Dulu saya mengurung diri, karena tangan saya tidak sempurna. Namun menyaksikan Warsono dengan kakinya yang buntung, dengan tegar dan penuh percaya diri, tampil tanpa canggung dihadapan masyarakat,saya jadi termotivasi. Berkat mas Warsono,saya bekerja disini pak” ,terang Desi , Sejak mendapatkan kecelakaan. Mas Warsono berubah total menjadi sangat santun dan peduli akan nasib orang orang desa di kampung. Ia menjadi kebanggaan kami .” kata Desi menutup pembicaraan di pagi yang mendung ini.
Berbicara sesaat dengan mas Warsono ini, semakin menyadarkan saya, bahwa sesungguhnya kita bisa belajar dari siapapun, Termasuk orang yang dalam kehidupan sosial ,:”hanya sebagai pembersih toilet”. Warsono sudah memberikan pelajaran hidup bagaimana menerima :”garis tangan yang telah ditentukan”sesuai dengan istilah yang digunakannya. Bahwa dalam hidup ini. Tidak semua hal bisa kita ubah sesuai maunya kita dan kalau hal ini terjadi. Maka satu satunya jalan adalah menerima dengan ikhlas. Kata ikhlas memang sangat mudah diucapkan tapi bagi yang merasakan secara langsung sungguh sungguh dibutuhkan jiwa yang besar.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





