Masa Kecil yang Berat dan Awal Perubahan
Massimo Giandinoto, pria asal Italia, menghadapi ujian besar di usia 9 tahun. Ia didiagnosis menderita osteosarcoma, yaitu kanker tulang ganas, di tumit kirinya. Karena itu, ia harus menjalani amputasi kaki kirinya. Keputusan ini sangat sulit, tetapi tidak bisa dihindari.
Perubahan drastis tersebut membawa tantangan fisik dan emosional yang luar biasa. Namun, ia memilih untuk tidak terpuruk. Sejak itu, Massimo membangun kembali kepercayaan dirinya melalui olahraga.
Prestasi Gemilang di Dunia Olahraga
Ia mulai menekuni atletik dan pararafting, dua cabang olahraga yang memacu semangatnya. Selain itu, latihan rutin membuatnya semakin kuat, baik secara fisik maupun mental.
Puncak pencapaiannya terjadi pada tahun 2018. Saat itu, ia berhasil menjadi Juara Italia di nomor 60 m dan 200 m indoor. Kesuksesan ini membawanya bergabung dengan tim nasional arung jeram Italia. Bagi Massimo, olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk merebut kembali rasa percaya diri dan makna hidup.
Kebanggaan Menjadi Duta ALPS South
Kini, Massimo dikenal bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai duta ALPS South—perusahaan penyedia produk prostetik berkualitas tinggi. Ia menggunakan produk seperti Eco™ Liner, Flex Sleeve, dan Antioxidant Cream hingga 16–18 jam sehari.
Dulu, ia sering menyembunyikan kondisi fisiknya, bahkan sampai usia 26 tahun. Namun, pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak lagi malu. Ia mulai mengenakan kaki larinya dengan bangga, menjadikannya simbol kekuatan dan penerimaan diri.
Menginspirasi Generasi Muda
Perubahan sikap itu tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang. Massimo rutin mengunjungi sekolah-sekolah di Italia, berbicara di depan lebih dari 1.600 siswa.
Dalam setiap pertemuan, ia mendorong generasi muda untuk menerima perbedaan, meruntuhkan stigma disabilitas, dan menjunjung tinggi inklusivitas. Kisahnya membuktikan bahwa kehilangan bisa menjadi awal perjalanan luar biasa—jika seseorang memilih untuk berdiri kembali dan berlari dengan semangat baru.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





