Mohammad Abu Samra, rekan satu tim dari Ahmed Abu Nar dan Mohammed, menjadi inspirasi lain dalam sepak bola amputasi Gaza. Setelah mengalami luka berat, Mohammad tidak menyerah pada keadaan. Justru setelah cedera, kecintaannya terhadap sepak bola semakin dalam. Ia melihat olahraga ini bukan hanya sebagai hiburan, melainkan sebagai simbol kekuatan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang mereka alami.
“Kami terluka, tapi tidak hancur. Kami kehilangan, tapi tidak menyerah.” – Mohammad Abu Samra
Melalui sepak bola, Mohammad ingin menyampaikan pesan kepada dunia—dan terutama kepada otoritas Israel—bahwa masyarakat Gaza, meski dirundung penderitaan dan kehilangan, tetap memiliki semangat hidup, harga diri, dan cita-cita. Turnamen sepak bola amputasi menjadi ruang untuk menyalurkan energi, membangun solidaritas, dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak memadamkan mimpi.
Turnamen ini adalah bagian dari inisiatif Komite Palang Merah Internasional (ICRC) bersama Asosiasi Sepak Bola Palestina, yang mendukung penyintas amputasi agar tetap aktif secara fisik dan mental. Ajang ini juga berperan penting dalam pemulihan psikososial bagi para peserta, mengembalikan rasa percaya diri, dan membangun kembali harapan.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





