Narto Sabdo Utomo pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kecelakaan tragis di tahun 2014 membuatnya kehilangan kaki kanan. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan membeli daging untuk usaha bakso, namun ditabrak mobil hingga koma selama sebelas hari. Akibat luka serius, dokter harus mengamputasi kakinya. Dunia seakan runtuh baginya—ia kehilangan bukan hanya kaki, tapi juga semangat hidup.
Butuh waktu hampir dua tahun hingga akhirnya ia bangkit kembali. Titik balik terjadi saat ia bergabung dengan Yayasan Difabel Indonesia. Di sana, Narto mulai mencoba menggambar di atas kaca milik pembina yayasan, Bu Maria. Awalnya hanya iseng, tapi hasilnya menarik perhatian. Sejak saat itu, ia mulai serius menekuni seni lukis kaca.
Karyanya yang pertama adalah kaligrafi sederhana. Seorang kiai di kampung memesan lukisan untuk masjid, dan dari sanalah karyanya mulai dikenal. Kini, ia menerima pesanan dari komunitas pencak silat hingga perhotelan.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





