Welcome To
IPOED
Ortotik Prostetik
Selamat datang di IPOED Ortotik Prostetik, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan penyediaan kaki palsu berkualitas untuk membantu setiap individu kembali beraktivitas dengan nyaman dan percaya diri.

Artikel Terbaru
Phongsakorn Paeyo (Korn): Pembentukan Karakter Tangguh
Phongsakorn Paeyo kehilangan kedua kakinya di usia 8 tahun akibat kecelakaan kereta. Namun di Khon Kaen, keluarga yang mendukung membantu Korn mengubah tragedi menjadi motivasi. Meski harus beradaptasi dengan kursi roda, Korn kecil tidak pernah menganggap keadaannya…
Mary Belle de Varga: Inspirasi dari Panggung Hiburan Abad ke-20
Mary Belle de Varga: Dari Panggung Hiburan ke Sorotan Dunia Mary Belle de Varga lahir pada awal abad ke-20 dengan kondisi unik—tanpa kedua lengan. Meski berbeda secara fisik, ia tumbuh dengan tekad kuat untuk membuktikan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi…
Mary Belle de Varga: Perjuangan Hidup dan Inspirasi Abad ke-20
Mary Belle de Varga: Kehidupan Awal yang Penuh Tantangan Mary Belle de Varga lahir pada awal abad ke-20 dengan kondisi langka, yakni tanpa kedua lengan. Di masa itu, masyarakat sering memandang disabilitas sebagai kelemahan. Mary tumbuh dalam lingkungan penuh stigma,…
Kisah Aloisia Wagner: Warisan Inspirasi Abad ke-20
Aloisia Wagner: Kehidupan Awal yang Penuh Tantangan Aloisia Wagner, atau yang dikenal sebagai Lusie, lahir di Jerman tahun 1906 tanpa tangan dan kaki. Sejak kecil ia menghadapi keterbatasan fisik sekaligus stigma sosial. Masyarakat pada awal abad ke-20 belum memahami…
Kisah Aloisia Wagner: Inspirasi dari Perempuan Tanpa Tangan dan Kaki
Aloisia Wagner dan Kehidupan Awalnya Aloisia Wagner, yang akrab dipanggil Lusie, lahir di Jerman pada tahun 1906 tanpa tangan dan kaki. Kondisi ini membuat masa kecilnya penuh tantangan, baik secara fisik maupun sosial. Meski menghadapi stigma masyarakat, keluarganya…
Aloisia Wagner: Kisah Inspiratif Perempuan Tanpa Tangan dan Kaki
Kehidupan Awal Aloisia Wagner Aloisia Wagner, yang lebih dikenal sebagai Lusie, lahir di Jerman pada tahun 1906 tanpa kedua tangan dan kaki. Pada masa itu, kondisi seperti ini sangat jarang terjadi dan sering dianggap aib. Kehidupan awalnya penuh tantangan, baik…
Phongsakorn Paeyo: Dari Tragedi Menuju Triumph
Phongsakorn Paeyo (Korn), atlet paralimpiade asal Khon Kaen, Thailand, kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan kereta api pada usia 8 tahun. Namun tragedi ini tidak mematahkan semangatnya. Justru dari keterbatasan itulah lahir tekad yang membawanya dikenal sebagai…
Loredana Toma: Dari Atlet Ski ke Balap Sepeda Tangan
Setelah kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan lalu lintas, Loredana Toma tidak berhenti berprestasi. Setelah sukses sebagai atlet ski di Paralimpiade Beijing, ia mencari tantangan baru ketika musim dingin berakhir—balap sepeda tangan. Awalnya, ia hanya menggunakan…
Hülya Marquardt: Inspirasi Ketangguhan dan Inklusi
Latar Belakang Hülya Marquardt (lahir 8 Mei 1983 di Hagen, Jerman) adalah seorang wanita asal Stuttgart yang lahir dengan kondisi medis langka. Kondisi tersebut memengaruhi kedua kakinya dan tangan kanannya. Pada usia 18 tahun, ia harus menjalani amputasi kedua…
Ready To Take The First Step?
Hubungi kami hari ini dan mari kita mulai perjalanan Anda menuju kehidupan yang lebih baik.







