Pavlo Bal, seorang pemuda asal desa Khorosnytsia di wilayah Lviv, Ukraina, memulai hidup seperti kebanyakan anak desa lainnya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, mengabdi di militer, dan merantau ke Polandia untuk mencari pekerjaan. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan lalu lintas mengubah hidupnya selamanya—kedua kakinya harus diamputasi.
Dalam sekejap, pemuda yang penuh semangat ini harus berhadapan dengan realita baru sebagai penyandang disabilitas, dihantui depresi dan ketidakpastian masa depan. Kondisi ini semakin berat dihadapinya karena minimnya fasilitas dan dukungan bagi penyandang disabilitas di Ukraina, ditambah kesulitan ekonomi yang menyertainya.
Dampak Amputasi pada Kehidupan Pavlo Bal
Kehilangan kedua kaki bukan hanya tantangan fisik, tetapi juga psikologis. Pavlo harus beradaptasi dengan kaki palsu (prostesis) dan menjalani rehabilitasi intensif. Sayangnya, akses ke prostetik berkualitas di Ukraina masih terbatas, membuat proses pemulihannya lebih sulit
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





