Penggunaan kaki palsu tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berjalan. Kenyamanan, keamanan, keseimbangan, dan kemudahan bergerak juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Karena itu, diperlukan metode pengujian yang dapat memberikan data objektif mengenai pola berjalan pengguna prostesis.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Six Minute Walk Test (6MWT). Metode ini diterapkan dalam kegiatan pelatihan bagi UMKM pembuat kaki palsu agar dapat melakukan pengujian kenyamanan secara mandiri. Selain pengujian berjalan, kegiatan tersebut juga memperkenalkan penggunaan komposit serat bambu dan epoksi sebagai material soket kaki palsu.
Pengembangan Kaki Palsu dengan Serat Bambu
Pengembangan kaki palsu oleh tim dari Universitas Tarumanagara telah dilakukan sejak 2009. Salah satu inovasinya adalah penggunaan komposit serat bambu dan epoksi sebagai bahan soket kaki palsu.
Material tersebut dikembangkan untuk menghasilkan soket yang ringan, kuat, tahan lama, aman, dan nyaman digunakan. Selanjutnya, teknologi pembuatan soket dan metode pengujian kenyamanan diperkenalkan kepada UMKM mitra melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, produsen kaki palsu tidak hanya dapat membuat produk, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengevaluasi kenyamanan pengguna berdasarkan data hasil pengujian.
Apa Itu Six Minute Walk Test?
Six Minute Walk Test adalah metode pengujian yang dilakukan dengan meminta pengguna kaki palsu berjalan secara normal selama 6 menit pada lintasan yang telah ditentukan.
Selama pengujian, berbagai data dikumpulkan untuk mengetahui kemampuan berjalan dan kondisi pengguna. Beberapa parameter yang dapat diamati meliputi:
- Jumlah langkah selama 6 menit.
- Jumlah langkah per menit atau cadence.
- Waktu rata-rata setiap langkah.
- Panjang langkah kaki kanan dan kiri.
- Lebar langkah.
- Panjang satu siklus berjalan atau stride length.
- Jumlah siklus berjalan.
- Total jarak yang ditempuh.
- Jarak rata-rata per menit.
- Kecepatan berjalan.
- Perubahan denyut nadi.
- Kemungkinan adanya kelainan atau ketidakseimbangan pola berjalan.
Hasil pengukuran tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui apakah kaki palsu sudah memberikan kenyamanan dan kemudahan bergerak bagi pengguna.
Tahapan Uji Kenyamanan Kaki Palsu
Sebelum pengujian dimulai, beberapa peralatan perlu disiapkan. Peralatan tersebut antara lain stopwatch, pulse meter, meteran, kamera, dan penanda lintasan.
Selanjutnya, pengguna memakai kaki palsu yang akan diuji. Denyut nadi diukur terlebih dahulu sebagai data awal. Setelah itu, pengguna berjalan secara normal selama 6 menit pada lintasan yang telah ditentukan.
Selama proses berjalan, jumlah langkah dan jarak tempuh dicatat. Panjang, lebar, serta siklus langkah juga dapat diukur. Setelah enam menit selesai, denyut nadi kembali diperiksa untuk mengetahui perubahan kondisi pengguna.
Selain itu, pola berjalan diamati untuk mengetahui kemungkinan adanya ketidakseimbangan atau perubahan gerakan ketika pengguna memakai kaki palsu.
Pengukuran Pola Berjalan Pengguna
Salah satu teknik yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memanfaatkan kain putih untuk melihat jejak langkah. Pengguna berjalan menggunakan sepatu yang telah diberi tanda sehingga jejak kaki dapat terlihat pada permukaan kain.
Jejak tersebut kemudian digunakan untuk mengukur panjang dan lebar langkah. Data ini membantu tim mengevaluasi pola berjalan serta kenyamanan kaki palsu yang digunakan.
Analisis juga memperhatikan dua fase utama dalam siklus berjalan, yaitu stance phase dan swing phase. Kedua fase tersebut menggambarkan pergerakan kaki ketika menopang tubuh dan ketika bergerak ke depan.
Pembuatan Kaki Palsu dengan Komposit Serat Bambu
Selain mengembangkan metode pengujian, kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan komposit serat bambu dan epoksi sebagai bahan soket kaki palsu.
Proses pembuatan meliputi beberapa tahap, yaitu:
- Pembuatan cetakan negatif.
- Pembuatan cetakan positif.
- Pembuatan soket.
- Proses finishing.
- Pengepasan soket kepada pengguna.
- Pemasangan komponen kaki palsu.
Kaki palsu terdiri dari beberapa komponen utama, seperti soket, lutut, shank, dan foot. Setelah seluruh komponen dirakit, kaki palsu dapat digunakan untuk menjalani pengujian kenyamanan.
Penggunaan material berbasis serat alam menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan kaki palsu yang ringan, aman, nyaman, dan memiliki daya tahan yang baik.
Pelatihan untuk UMKM Pembuat Kaki Palsu
Pelatihan dilakukan bersama CV. Delta Protho sebagai UMKM mitra di Jakarta Timur. Karyawan diberikan pengetahuan dan keterampilan agar mampu melakukan pengujian kenyamanan pengguna kaki palsu secara mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari cara menguji pola berjalan, tetapi juga memahami bagaimana data hasil pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi produk.
UMKM mitra turut menyediakan tempat produksi, lokasi pengujian, peralatan, serta tenaga pendukung selama kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan UMKM dapat membantu penerapan teknologi tepat guna secara langsung.
Hasil Pelatihan dan Pengujian
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa UMKM mitra mampu melakukan uji kenyamanan pengguna kaki palsu menggunakan metode yang telah diperkenalkan.
Melalui pelatihan tersebut, mitra memperoleh keterampilan praktis untuk melakukan analisis pola berjalan. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap beberapa aspek, seperti:
- Kenyamanan kaki palsu.
- Keamanan penggunaan.
- Keseimbangan tubuh.
- Kemudahan berjalan.
- Pola dan koordinasi gerakan.
- Jarak serta kecepatan berjalan.
Dengan adanya data tersebut, produsen dapat memiliki dasar yang lebih jelas untuk melakukan evaluasi dan pengembangan produk kaki palsu.
Manfaat Six Minute Walk Test untuk Kaki Palsu
Penggunaan Six Minute Walk Test memberikan cara yang relatif sederhana untuk mengamati kemampuan berjalan pengguna prostesis. Selain itu, metode ini dapat membantu produsen memperoleh data yang lebih terukur mengenai performa kaki palsu.
Dengan demikian, hasil pengujian tidak hanya bergantung pada penilaian subjektif pengguna. Data seperti jarak tempuh, jumlah langkah, kecepatan berjalan, dan perubahan denyut nadi dapat menjadi informasi tambahan dalam proses evaluasi.
Namun, hasil 6MWT sebaiknya dipahami sebagai salah satu bagian dari evaluasi, bukan satu-satunya penentu kenyamanan atau keamanan sebuah kaki palsu.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
