Inovasi kaki palsu

Perkembangan teknologi kesehatan membuat pembuatan kaki palsu semakin maju. Saat ini, prostesis tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu berjalan, tetapi juga dirancang agar nyaman, ringan, dan sesuai dengan kondisi setiap pengguna. Inovasi tersebut membantu penyandang amputasi memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Perkembangan Teknologi Kaki Palsu

Sebelumnya, banyak individu yang kehilangan kaki mengandalkan tongkat atau kursi roda untuk beraktivitas. Namun, kemajuan teknologi prostesis menghadirkan kaki palsu yang mampu menggantikan sebagian fungsi anggota tubuh yang hilang akibat kecelakaan, penyakit, atau kelainan bawaan.

Selain itu, penggunaan prostesis yang sesuai dapat meningkatkan kenyamanan, mengurangi rasa nyeri, serta membantu pengguna kembali percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Inovasi dalam Pembuatan Kaki Palsu

Mantan Juruteknik Prostetik dan Ortotik di Hospital Kuala Lumpur, Hashim Shuib, mengembangkan inovasi pembuatan kaki palsu yang lebih dinamis. Tujuannya adalah menghasilkan prostesis berkualitas tinggi yang lebih nyaman, kuat, dan tahan lama.

Untuk mencapai hasil tersebut, proses produksi memanfaatkan komponen berkualitas, termasuk material impor dari Inggris, Jerman, dan Islandia. Dengan demikian, kualitas prostesis terus meningkat seiring perkembangan teknologi.

Material yang Digunakan

Material kaki palsu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Awalnya, prostesis banyak menggunakan kayu sebagai bahan utama. Selanjutnya, material berkembang menjadi kaca gentian atau fiberglass, kemudian beralih ke plastik yang lebih ringan dan kuat.

Perubahan material ini memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Bobot lebih ringan.
  • Ketahanan lebih baik.
  • Lebih nyaman digunakan.
  • Mempermudah aktivitas sehari-hari.

Tahapan Pembuatan Kaki Palsu

Proses pembuatan kaki palsu umumnya membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Durasi tersebut dapat berbeda tergantung kondisi pasien dan jenis prostesis yang dibuat.

Tahapan pembuatannya meliputi:

  • Penilaian, konsultasi, dan pemeriksaan pasien.
  • Pengambilan cetakan atau acuan tungkai.
  • Pembuatan soket sesuai bentuk tubuh pasien.
  • Pembuatan liner dan pemasangan komponen.
  • Penjajaran awal (bench alignment).
  • Uji coba kepada pasien.
  • Penyesuaian statis dan dinamis.
  • Pemasangan pelapis kosmetik.
  • Finishing dan pemeriksaan akhir.

Setiap tahap dilakukan secara teliti agar prostesis memiliki tingkat kecocokan yang optimal.

Pentingnya Prostesis yang Disesuaikan

Setiap penyandang amputasi memiliki bentuk tungkai dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, kaki palsu dibuat secara custom-made agar memberikan kenyamanan maksimal.

Di sisi lain, penyesuaian soket dan penjajaran komponen menjadi faktor penting yang menentukan stabilitas, keseimbangan, dan kenyamanan saat berjalan. Dengan proses yang tepat, pengguna dapat beradaptasi lebih cepat serta menjalankan aktivitas dengan lebih percaya diri.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518