Pendampingan dan Pembuatan Kaki Palsu (Prosthesis) Bersama SRC Holland

Pembuatan kaki palsu merupakan salah satu upaya untuk membantu penyandang disabilitas yang mengalami kehilangan anggota tubuh akibat amputasi atau kondisi fisik tertentu. Penggunaan kaki palsu atau prosthesis dapat membantu meningkatkan mobilitas, keseimbangan, kemandirian, dan kepercayaan diri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satu program yang memberikan bantuan tersebut dilakukan oleh Universitas Catur Insan Cendekia (UCIC) bersama Yayasan HarapanKu dan SRC Holland dari Belanda. Program ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membantu penyandang disabilitas mendapatkan prosthesis sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

Latar Belakang Pembuatan Kaki Palsu

Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam kehidupan sehari-hari. Hambatan tersebut antara lain keterbatasan dalam bergerak dan kesulitan memperoleh alat bantu yang berkualitas serta terjangkau.

Selain itu, kondisi ekonomi juga menjadi salah satu kendala. Tidak semua penyandang disabilitas mampu membeli prosthesis karena biaya pembuatannya dapat cukup tinggi. Akibatnya, sebagian masyarakat masih kesulitan mendapatkan alat bantu yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan mereka.

Melihat kondisi tersebut, UCIC bersama Yayasan HarapanKu bekerja sama dengan SRC Holland untuk memberikan pendampingan dan pembuatan kaki palsu secara gratis bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian alat bantu. Sebaliknya, penerima bantuan juga mendapatkan pendampingan agar dapat menggunakan prosthesis dengan baik dan beradaptasi dengan alat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi UCIC, Yayasan HarapanKu, dan SRC Holland

Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak dengan peran yang saling melengkapi. Universitas Catur Insan Cendekia berperan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, Yayasan HarapanKu menjadi salah satu wadah pelaksanaan kegiatan dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Selanjutnya, SRC Holland dari Belanda memberikan dukungan melalui keahlian dalam pemeriksaan, pembuatan kaki palsu, dan pemasangan prosthesis.

Dengan adanya kolaborasi tersebut, penyandang disabilitas dapat memperoleh alat bantu yang dibuat berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Menurut artikel yang menjadi sumber pembahasan, program sosial ini telah berjalan sejak sekitar tahun 2000-an dan telah membantu puluhan penyandang disabilitas memperoleh kaki palsu secara gratis.

Tahapan Pembuatan Kaki Palsu

Pembuatan kaki palsu dilakukan melalui beberapa tahapan. Setiap tahap memiliki tujuan untuk memastikan prosthesis yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima.

1. Persiapan

Tahap pertama adalah mengidentifikasi masalah yang dialami penyandang disabilitas. Tim juga memperhatikan kebutuhan terkait pembuatan kaki palsu serta kondisi psikologis yang mungkin muncul selama proses penggunaan prosthesis.

Dengan demikian, tahap persiapan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan dan pendampingan yang akan diberikan kepada calon penerima.

2. Pendaftaran Calon Pasien

Selanjutnya, calon penerima atau wali melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir. Formulir tersebut berisi informasi pribadi, riwayat medis, serta alasan membutuhkan kaki palsu.

Setelah itu, data dikumpulkan dan dikelola oleh tim UCIC. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan program.

3. Pemeriksaan Fisik dan Medis

Setelah proses pendaftaran selesai, calon penerima menjalani pemeriksaan fisik dan medis.

Pemeriksaan dilakukan oleh Gerrit Kamer, ahli ortopedi dari SRC Holland. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan kebutuhan masing-masing calon pengguna.

Selain pemeriksaan fisik, tim juga melakukan wawancara untuk mengetahui kebutuhan serta harapan calon pengguna terhadap prosthesis yang akan dibuat.

Hasil pemeriksaan kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis, desain, ukuran, dan spesifikasi kaki palsu.

4. Perancangan dan Pembuatan Prosthesis

Setelah pemeriksaan selesai, proses pembuatan kaki palsu dilakukan di kantor Yayasan HarapanKu di Cirebon.

Tahap ini meliputi analisis hasil pemeriksaan medis, perancangan model kaki palsu, diskusi dengan pasien, serta proses pembuatan prosthesis.

Selanjutnya, tim melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi pengguna. Penyesuaian tersebut bertujuan agar kaki palsu dapat digunakan dengan nyaman dan memiliki fungsi yang sesuai.

5. Pemasangan Kaki Palsu

Sebelum prosthesis dipasang, tim terlebih dahulu memeriksa kondisi pengguna. Riwayat medis, kondisi kesehatan, serta bagian tubuh yang berkaitan dengan pemasangan diperhatikan.

Kemudian, pengukuran dilakukan secara detail agar kaki palsu dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pemasangan dilakukan dengan hati-hati untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Selain itu, proses tersebut juga bertujuan mengurangi risiko iritasi atau masalah pada kulit.

6. Pemeriksaan Keseimbangan dan Fungsi

Setelah kaki palsu terpasang, tim melakukan pemeriksaan terhadap fungsi dan keseimbangan.

Beberapa aspek yang diperiksa antara lain tinggi, sudut, stabilitas, postur tubuh, dan keselarasan gerakan.

Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah prosthesis sudah memberikan dukungan yang cukup dan dapat digunakan dengan nyaman.

7. Uji Langkah dan Berjalan

Selanjutnya, pengguna melakukan latihan langkah dan berjalan dengan didampingi oleh tim.

Pada tahap ini, tim memperhatikan postur tubuh, pola langkah, keseimbangan, dan kenyamanan pengguna.

Apabila ditemukan masalah ketika menggunakan prosthesis, dilakukan penyesuaian. Dengan demikian, kaki palsu dapat digunakan dengan lebih baik.

8. Monitoring dan Evaluasi

Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi. Pemantauan dilakukan selama periode awal penggunaan kaki palsu untuk mengetahui kemampuan pengguna dalam beradaptasi.

Selain itu, pengguna mendapatkan edukasi mengenai cara menggunakan, memasang, melepas, dan merawat prosthesis.

Evaluasi kemudian dilakukan untuk mengetahui manfaat kaki palsu terhadap mobilitas, kenyamanan, kesejahteraan, dan aktivitas sehari-hari pengguna.

Tim juga mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna serta kualitas pelayanan yang diberikan.

Dampak Pembuatan Kaki Palsu bagi Penyandang Disabilitas

Program pembuatan kaki palsu memberikan manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bergerak.

Dengan memperoleh prosthesis yang sesuai, penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.

Selain itu, pendampingan membantu pengguna beradaptasi secara fisik dan psikososial. Pengguna diharapkan menjadi lebih percaya diri dan mampu menggunakan prosthesis dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi, organisasi sosial, tenaga ahli, relawan, dan donatur dalam membantu masyarakat yang membutuhkan alat bantu.

Tantangan dalam Program Pembuatan Kaki Palsu

Meskipun memberikan manfaat, kegiatan ini tetap memiliki beberapa keterbatasan.

Salah satunya adalah waktu kunjungan tim SRC Holland ke Indonesia yang terbatas. Akibatnya, waktu pelaksanaan kegiatan menjadi kurang optimal.

Selain itu, keberlanjutan program membutuhkan dukungan sumber daya, pendanaan, relawan, serta sistem pengelolaan data penerima bantuan yang baik.

Karena itu, artikel tersebut menyarankan adanya sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengelola data penyandang disabilitas dan proses pengajuan bantuan kaki palsu.

Di samping itu, diperlukan wadah yang dapat memudahkan donatur dalam memberikan dukungan terhadap program pembuatan kaki palsu.

Pentingnya Pendampingan Setelah Pembuatan Kaki Palsu

Pemberian kaki palsu tidak seharusnya berhenti setelah prosthesis selesai dibuat dan dipasang.

Pengguna tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan alat bantu tersebut. Oleh sebab itu, pendampingan, latihan berjalan, pemeriksaan keseimbangan, dan evaluasi penggunaan menjadi bagian penting dalam program.

Dengan pendampingan yang baik, pengguna dapat memahami cara menggunakan dan merawat prosthesis. Selain itu, masalah yang muncul selama masa adaptasi dapat diketahui dan diperbaiki lebih awal.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518