Kaki palsu merupakan salah satu alat bantu yang dapat membantu penyandang disabilitas kaki meningkatkan mobilitas dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Selain itu, salah satu komponen penting dalam kaki palsu adalah sendi lutut, terutama pada prostesis yang digunakan oleh seseorang dengan amputasi pada bagian tungkai.
Salah satu penelitian yang membahas pengembangan sendi lutut kaki palsu dilakukan oleh Reza Putra dan M. Sayuti dari Universitas Malikussaleh pada tahun 2016. Penelitian tersebut berfokus pada pengaruh ketebalan elastomer terhadap kinerja sendi lutut kaki palsu.
Tujuan Penelitian Elastomer pada Kaki Palsu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketebalan elastomer yang sesuai untuk digunakan pada sendi lutut kaki palsu.
Elastomer digunakan karena memiliki sifat elastis. Dengan demikian, bahan ini dapat membantu sendi melakukan gerakan menekuk dan kembali ke posisi semula.
Selanjutnya, peneliti membandingkan tiga variasi ketebalan elastomer. Perbandingan tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan setiap variasi dalam menerima beban dan mendukung gerakan sendi lutut prostetik.
Metode Pengujian Elastomer
Penelitian menggunakan elastomer yang berasal dari karet ban dalam sebagai bahan pengujian. Pengujian dilakukan menggunakan metode ASTM D638 untuk mengetahui karakteristik tarik elastomer.
Terdapat tiga variasi spesimen berdasarkan jumlah lapisan elastomer, yaitu:
- 1 lapis: ketebalan 1,2 mm.
- 2 lapis: ketebalan 2,4 mm.
- 3 lapis: ketebalan 3,6 mm.
Sebanyak 24 benda uji dibuat dan kemudian menjalani pengujian tarik. Spesimen ditarik hingga mencapai panjang 180 mm untuk mengetahui gaya atau beban yang dapat diterima oleh setiap variasi elastomer.
Setelah pengujian tarik selesai, elastomer juga dipasang pada sendi lutut kaki palsu. Pengujian ini dilakukan untuk melihat kemampuan setiap variasi dalam membantu gerakan menekuk dan mengembalikan posisi kaki.
Hasil Pengujian Elastomer
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan antara elastomer satu, dua, dan tiga lapis.
| Variasi | Ketebalan | Beban rata-rata hingga 180 mm |
|---|---|---|
| 1 lapis | 1,2 mm | 4,685 kgf |
| 2 lapis | 2,4 mm | 9,00 kgf |
| 3 lapis | 3,6 mm | 11,805 kgf |
Elastomer satu lapis memiliki kuat tarik sebesar 0,784 kgf/mm². Sementara itu, elastomer dua lapis memiliki kuat tarik sebesar 0,544 kgf/mm² dan elastomer tiga lapis sebesar 0,438 kgf/mm².
Perbedaan tersebut berkaitan dengan luas penampang spesimen. Semakin banyak lapisan elastomer, luas penampang menjadi lebih besar. Akibatnya, nilai kuat tarik yang diperoleh menjadi lebih rendah.
Pengaruh Ketebalan Elastomer terhadap Gerakan Sendi Lutut
Pengujian pada sendi kaki palsu menunjukkan bahwa jumlah lapisan elastomer memengaruhi gerakan sendi.
Pada elastomer satu lapis, kaki dapat ditekuk hingga sekitar 90°. Namun, ketika dilepaskan, kaki belum dapat kembali ke posisi semula secara sempurna. Saat ditekuk hingga 90°, posisi kaki juga tidak terangkat.
Selanjutnya, elastomer dua lapis menunjukkan kemampuan kembali ke posisi awal yang lebih cepat. Ketika kaki ditekuk hingga 90°, posisi kaki dapat terangkat.
Sementara itu, elastomer tiga lapis menghasilkan gerakan kembali yang lebih cepat dibandingkan elastomer dua lapis. Namun demikian, posisi kaki justru terangkat ketika akan ditekuk hingga 90°.
Dengan demikian, elastomer yang lebih tebal tidak selalu menghasilkan kinerja sendi yang lebih baik. Oleh karena itu, pemilihan ketebalan elastomer perlu disesuaikan dengan karakteristik gerakan yang dibutuhkan pada kaki palsu.
Regangan Elastomer pada Sendi Kaki Palsu
Pada pengujian dengan panjang target 180 mm, elastomer satu lapis menghasilkan pertambahan panjang paling besar.
Regangan yang diperoleh mencapai 42,708%. Menurut hasil penelitian, nilai tersebut masih berada dalam batas elastis elastomer.
Karena itu, elastomer satu lapis dengan ketebalan 1,2 mm dinilai mampu memberikan elastisitas yang sesuai untuk membantu membengkokkan sendi kaki palsu hingga sekitar 90°.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menerima beban bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Sebaliknya, kemampuan elastomer untuk menghasilkan gerakan yang sesuai juga menjadi bagian penting dalam perancangan sendi kaki palsu.
Elastomer Satu Lapis Dinilai Paling Sesuai
Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian, peneliti menyimpulkan bahwa elastomer satu lapis dengan ketebalan 1,2 mm merupakan pilihan yang paling sesuai untuk sendi lutut kaki palsu yang diuji.
Elastomer dua dan tiga lapis memang mampu menerima beban yang lebih besar. Namun, peningkatan jumlah lapisan juga mengubah karakteristik gerakan sendi sehingga kurang sesuai dengan kebutuhan desain.
Dengan demikian, elastomer satu lapis memberikan kombinasi yang lebih sesuai antara elastisitas, kemampuan menumpu beban, dan gerakan sendi.
Pentingnya Pemilihan Elastomer pada Kaki Palsu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan material pada kaki palsu perlu dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi setiap komponen.
Elastomer tidak hanya berfungsi sebagai bahan yang dapat menerima beban. Selain itu, sifat elastisnya dapat memengaruhi kemampuan sendi untuk menekuk dan kembali ke posisi awal.
Oleh karena itu, ketebalan elastomer perlu disesuaikan dengan kebutuhan gerakan sendi. Ketebalan yang lebih besar memang dapat meningkatkan kemampuan menerima beban, tetapi belum tentu menghasilkan gerakan yang paling sesuai.
Pemilihan material dan ukuran yang tepat menjadi penting agar sendi kaki palsu dapat bekerja sesuai dengan tujuan perancangannya.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
