Setelah menjalani masa pemulihan yang panjang, Pavlo Bal bertekad kuat untuk bisa berjalan lagi menggunakan kaki palsu (prostesis). Namun harapannya pupus ketika dokter menyatakan amputasinya yang terlalu tinggi membuat penggunaan prostetik standar hampir mustahil. “Aku bahkan tidak punya cukup tunggul untuk menopang kaki tiruan,” ujarnya dengan putus asa.
Selama berbulan-bulan, Pavlo terjebak dalam depresi berat. Ia menggambarkan dirinya seperti “sayuran” yang tak berguna, terus-menerus bergantung pada bantuan orang lain untuk aktivitas sederhana sekalipun. Titik balik hidupnya datang ketika seorang teman dari komunitas disabilitas mengenalkannya pada olahraga musim dingin adaptif.Setelah masa pemulihan, Pavlo Bal bertekad untuk bisa berjalan lagi dengan prostetik. Namun harapannya pupus ketika menyadari amputasinya yang terlalu tinggi membuat penggunaan prostetik hampir mustahil. “Aku bahkan tidak punya cukup tunggul untuk menopang prostetik,” ujarnya putus asa. Selama berbulan-bulan, ia merasa seperti “sayuran” yang tak berguna. Titik terang muncul ketika seorang teman mengenalkannya pada olahraga musim dingin. Meski awalnya ragu, ternyata olahraga menjadi jawaban atas kebuntuan hidupnya. Biathlon dan ski lintas alam memberinya semangat baru.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





