Perlu Tahu, Ini Perbedaan Istilah Disabilitas dan Difabel

Perbedaan disabilitas dan difabel masih sering menjadi pertanyaan di masyarakat. Kedua istilah tersebut sama-sama digunakan untuk menggantikan istilah “penyandang cacat” yang kini dianggap kurang tepat dan berpotensi menimbulkan stigma. Meski sering dianggap memiliki arti yang sama, keduanya memiliki makna yang berbeda.

Memahami perbedaan istilah ini penting agar penggunaan bahasa menjadi lebih inklusif dan menghormati hak setiap individu. Selain itu, pemilihan kata yang tepat dapat membantu mengurangi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Pengertian Disabilitas

Disabilitas adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas tertentu akibat gangguan fisik, sensorik, intelektual, atau mental. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris disability yang berarti keterbatasan kemampuan.

Namun, disabilitas bukan hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang. Faktor lingkungan, aksesibilitas, dan dukungan sosial juga memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, seorang anak dengan cerebral palsy dapat mengalami kesulitan berjalan karena otot kakinya kaku. Dalam kondisi tersebut, keterbatasan berjalan merupakan bentuk disabilitas yang dapat dibantu melalui terapi atau alat bantu mobilitas.

Apa Itu Difabel?

Difabel merupakan singkatan dari different ability atau “kemampuan yang berbeda”. Istilah ini digunakan untuk menekankan bahwa setiap individu memiliki kemampuan, hanya saja cara dan kapasitasnya berbeda.

Seseorang yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental tetap dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan dukungan yang sesuai. Oleh karena itu, istilah difabel lebih menyoroti potensi dan kemampuan seseorang dibandingkan keterbatasannya.

Menggunakan contoh sebelumnya, anak dengan cerebral palsy mungkin mengalami kesulitan menjalankan peran di rumah atau sekolah. Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana lingkungan dan aktivitas tertentu dapat menjadi tantangan bagi individu dengan kemampuan yang berbeda.

Perbedaan Disabilitas dan Difabel

Meskipun saling berkaitan, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kedua istilah tersebut.

  • Disabilitas mengacu pada kondisi keterbatasan fungsi atau aktivitas yang dialami seseorang.
  • Difabel menekankan bahwa seseorang memiliki kemampuan yang berbeda, bukan ketidakmampuan.
  • Disabilitas lebih banyak digunakan dalam konteks medis, hukum, dan kebijakan publik.
  • Difabel lebih sering digunakan dalam pendekatan sosial dan inklusif.

Selain itu, penggunaan istilah yang tepat bergantung pada konteks komunikasi dan kebijakan yang berlaku.

Istilah Mana yang Lebih Tepat?

Dalam regulasi di Indonesia, istilah penyandang disabilitas merupakan istilah resmi yang digunakan, termasuk dalam berbagai kebijakan pemerintah. Sementara itu, istilah difabel banyak digunakan oleh komunitas dan organisasi yang ingin menekankan kesetaraan serta kemampuan individu.

Dengan demikian, kedua istilah dapat digunakan sesuai konteks. Namun, yang terpenting adalah menghormati martabat setiap individu dan menghindari penggunaan istilah yang bersifat merendahkan atau menimbulkan stigma.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518