Proses pembuatan kaki palsu terus berkembang berkat kemajuan teknologi prostetik. Salah satu inovator di bidang ini adalah Kim Jung-hyun, ortho-prosthetist asal Korea Selatan yang berupaya menghadirkan prostetik berkualitas dengan harga lebih terjangkau bagi penyandang amputasi.
Latar Belakang Inovasi Prostetik
Kim Jung-hyun terdorong mengembangkan prostetik karena ingin membantu penyandang disabilitas menjalani hidup yang lebih nyaman. Selain itu, pengalaman memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas membuatnya memahami pentingnya kaki palsu yang fungsional dan memiliki tampilan alami.
Melalui perusahaan Silobionic, ia memproduksi, mendesain, dan mengustomisasi kaki prostetik sesuai kebutuhan setiap pengguna.
Prostetik Memadukan Sains dan Seni
Menurut Kim, kaki prostetik tidak hanya harus kuat dan nyaman digunakan. Prostetik juga perlu memiliki bentuk, tekstur, dan warna yang menyerupai anggota tubuh asli.
Oleh karena itu, proses pembuatannya memadukan ilmu teknik dengan sentuhan seni. Pendekatan ini membantu meningkatkan rasa percaya diri penyandang amputasi saat beraktivitas.
Proses Pembuatan Kaki Palsu
Proses pembuatan kaki palsu dimulai dengan konsultasi untuk mengumpulkan data mengenai kondisi dan kebutuhan pengguna. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan desain prostetik yang paling sesuai.
Selanjutnya, teknisi membuat cetakan anggota tubuh yang tersisa. Cetakan kemudian diproses menggunakan berbagai peralatan hingga menghasilkan soket yang pas dan nyaman.
Tahap berikutnya adalah pewarnaan silikon agar menyerupai warna kulit pengguna. Kim menggunakan alat pengukur yang mampu membedakan hingga 22.000 variasi warna kulit sehingga hasilnya lebih alami.
Selain itu, kuku buatan juga dibuat secara khusus agar sesuai dengan bentuk dan warna asli pengguna. Setelah semua komponen selesai, prostesis dirakit menggunakan silikon khusus berkualitas tinggi.
Uji Pemasangan dan Penyesuaian
Setelah proses produksi selesai, kaki palsu dipasang kepada pengguna untuk menjalani uji coba. Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap kenyamanan, keseimbangan, dan fungsi prostetik.
Jika masih ditemukan ketidaknyamanan, teknisi akan melakukan penyesuaian hingga kaki palsu benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Tantangan Industri Prostetik
Meski teknologi terus berkembang, biaya prostetik modern masih tergolong tinggi. Harga kaki palsu dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung material dan tingkat kompleksitasnya.
Di sisi lain, keterbatasan dukungan pembiayaan membuat sebagian penyandang amputasi sulit memperoleh prostetik berkualitas. Karena itu, inovasi untuk menghasilkan kaki palsu yang lebih terjangkau tetap menjadi tantangan penting di industri prostetik.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
