Prostesis kaki
merupakan alat bantu yang membantu penyandang amputasi kembali bergerak dengan lebih nyaman. Prostesis ini dirancang untuk menggantikan fungsi kaki yang hilang sehingga pengguna dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Tidak Semua Orang Cocok Menggunakan Kaki Prostetik
Sebelum menggunakan kaki prostetik, dokter akan melakukan evaluasi terhadap kondisi fisik pengguna. Penilaian ini bertujuan untuk memastikan prostesis dapat digunakan secara aman dan nyaman.
Beberapa hal yang akan diperiksa meliputi:
- Kondisi jaringan lunak pada sisa tungkai.
- Tingkat nyeri yang dirasakan.
- Kesehatan kulit pada sisa kaki.
- Rentang gerak sendi yang masih dimiliki.
- Kondisi kaki yang masih sehat.
- Tingkat aktivitas sebelum amputasi.
- Target mobilitas yang ingin dicapai.
Amputasi di bawah lutut umumnya memberikan hasil rehabilitasi yang lebih baik karena sendi lutut masih dapat berfungsi.
Setiap Kaki Prostetik Dibuat Sesuai Kebutuhan
Tidak ada kaki prostetik yang cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, setiap prostesis dibuat sesuai kondisi tubuh, aktivitas, dan tujuan mobilitas pengguna.
Komponen utama kaki prostetik meliputi:
- Struktur prostesis yang ringan dan kuat.
- Socket sebagai penghubung antara prostesis dan sisa tungkai.
- Sistem suspensi, seperti vacuum, pin, atau suction, agar prostesis tetap terpasang dengan aman.
Selain itu, pengguna perlu bekerja sama dengan prosthetist untuk mendapatkan prostesis yang sesuai dan nyaman digunakan.
Rehabilitasi Setelah Menggunakan Kaki Prostetik
Rehabilitasi merupakan tahap penting setelah pemasangan kaki prostetik. Proses ini membantu tubuh menyesuaikan diri sekaligus meningkatkan kemampuan bergerak.
Program rehabilitasi biasanya meliputi:
- Latihan penguatan otot.
- Latihan keseimbangan.
- Belajar berjalan kembali dengan teknik yang benar.
Dokter rehabilitasi, fisioterapis, dan terapis okupasi akan mendampingi setiap tahap latihan.
Proses Adaptasi Membutuhkan Waktu
Penggunaan kaki prostetik memerlukan latihan yang konsisten. Namun, setiap orang memiliki waktu adaptasi yang berbeda.
Beberapa tantangan yang sering dialami meliputi:
- Keringat berlebih yang memengaruhi kenyamanan.
- Perubahan bentuk sisa tungkai.
- Kelemahan otot.
- Nyeri pada kaki, termasuk nyeri phantom.
Dengan latihan rutin dan evaluasi berkala, sebagian besar pengguna dapat meningkatkan kemampuan berjalan secara bertahap.
Mengenal Nyeri Phantom
Nyeri phantom adalah sensasi nyeri yang terasa berasal dari kaki yang telah diamputasi. Kondisi ini dialami oleh sebagian besar penyandang amputasi.
Salah satu metode yang sering digunakan untuk membantu mengurangi keluhan adalah terapi cermin. Teknik ini membantu otak beradaptasi terhadap perubahan setelah amputasi.
Kebutuhan Kaki Prostetik Dapat Berubah
Seiring waktu, kondisi tubuh dan aktivitas pengguna dapat berubah. Oleh karena itu, kaki prostetik mungkin memerlukan penyesuaian agar tetap nyaman digunakan.
Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh:
- Bentuk tubuh yang berubah.
- Aktivitas yang semakin tinggi.
- Timbulnya rasa tidak nyaman saat berjalan.
Umumnya, prostesis perlu diganti atau disesuaikan setiap 3–5 tahun sesuai rekomendasi prosthetist.
Teknologi Kaki Prostetik Semakin Modern
Perkembangan teknologi membuat kaki prostetik semakin nyaman dan fungsional. Selain meningkatkan keamanan, inovasi terbaru juga membantu menghasilkan gerakan yang lebih alami.
Beberapa teknologi yang kini banyak digunakan antara lain:
- Microprocessor dengan sensor pintar untuk menyesuaikan langkah.
- Prostesis khusus olahraga dan aktivitas tertentu.
- Osseointegration yang menghubungkan implan langsung ke tulang tanpa socket tradisional.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
