Perempuan berusia 29 tahun ini lahir dalam keadaan tuli. Setelah lulus dari jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara, Putri berupaya melamar pekerjaan. Tapi ia menghadapi penolakan sebanyak 500 kali dari berbagai perusahaan. Lelah ditolak sana-sini, Putri bersama dua orang temannya yang juga tuli memutuskan mendirikan Kopi Tuli. Warung kopi yang memperkerjakan pegawai disabilitas tuli. Kopi Tuli ingin berusaha meningkatkan interaksi antara orang-orang dengar dengan orang tuli agar bisa saling memahami. Kopi Tuli kini memiliki 16 pegawai disabilitas tuli dan dua cabang, yaitu di Krukut (Depok) dan Duren Tiga (Jakarta Selatan). Total omzet kedua cabang itu dalam sebulan sebesar Rp 200 juta!
Hülya Marquardt: Inspirasi Ketangguhan dan Inklusi
Latar Belakang Hülya Marquardt (lahir 8 Mei 1983 di Hagen, Jerman) adalah seorang wanita asal Stuttgart yang lahir dengan kondisi medis langka....




