Sabar Gorky adalah pria berkaki satu, seorang penyandang disabilitas yang menorehkan segudang prestasi luar biasa. Tiga puncak gunung tertinggi di dunia sudah Sabar taklukkan, dari yang tertinggi di Eropa yakni Gunung Elbrus Rusia (5.642 mdpl), kemudian Gunung Carstensz atau Puncak Jaya di Papua (4.884 mdpl). Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl) pun sudah berhasil Sabar taklukkan. Sedangkan puncak Aconcagua di Argentina dekat perbatasan Chile setinggi 6.962 mdpl gagal dilalui Sabar karena terkendala faktor cuaca.

Aksi tak kalah ‘edan’ pun pernah Sabar lakukan, satu di antaranya yakni bersepeda dari Solo menuju Bali pada tahun 1999 dalam kegiatan ‘Tour Tunggal Si Kaki Tunggal’. Dan juga berenang di kolam bundaran Hotel Indonesia (HI) dan kemudian memanjat Patung Selamat Datang, 2010 silam. Ini merupakan kegiatan kampanye yang dilakukan Sabar untuk membuktikan bahwa kaum disabilitas bisa hidup mandiri.

Nahas, pada 1990 atau saat Sabar baru berusia 22 tahun, ia mengalami kecelakaan yakni terjatuh dari kereta api. Akibat kecelakaan tersebut, kaki kanannya harus diamputasi. Kondisinya yang harus berdiri dengan satu kaki justru menjadi pelecut, sekaligus titik balik dalam hidupnya. Ia mewujudkan mimpi-mimpinya mendaki puncak-puncak tertinggi di dunia, meski hanya dengan satu kaki.

Selain itu, Sabar pun mendapat kesempatan untuk mengikuti eksebisi PON panjat tebing 1996 di Jakarta dengan pencapaian waktu 11 detik. Dan mewakili Indonesia di World Cup Para Climbing di Chuncheon, Korea Selatan tahun 2009 dengan meraih medali emas. Momen ini menurutnya menjadi satu yang terbaik dalam hidupnya seusai berhasil mengibarkan bendera Indonesia di negeri orang.

Mengenai ‘Gorky’ yang tersemat di belakang namanya, Sabar menjelaskan julukan itu diberikan oleh staf Duta Besar Luar Biasa, Hamid Awaludin. Nama ini diberikan saat Sabar baru saja berhasil mencapai puncak Mt. Elbrus, 17 Agustus 2011. Sedianya, pada tahun ini Sabar Gorky berencana mencapai salah satu puncak paling ekstrim di dunia yakni Vinson Massif yang berada di Kutub Selatan.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
  2. Lolos Uji Kompetensi.
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

ipoedkakipalsu.com

Open chat