Salim Harama, pria kelahiran 27 Juli 1968, kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan kereta api saat duduk di kelas 4 SD. Meski demikian, ia tidak menyerah dan justru menghasilkan lukisan-lukisan indah menggunakan kakinya. Salah satu karyanya, Demokrasi Amplop, menggambarkan kondisi demokrasi Indonesia yang penuh jual beli suara. Dengan semangat dan konsentrasi tinggi, Salim melukis menggunakan kuas yang dipegang dengan kakinya, terus berkarya meski dalam keterbatasan.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





