Sang Petinju Inspirasi Vaggelis Chatzis, hidup hanya Bertangan Satu

Lengan kanannya ikut sesekali melancarkan pukulan, meski jangkauannya tidak jauh, lengan kanan ini cukup bikin kewalahan. Dia Vaggelis Chatzis, Sang Petinju Perkasa menjadi motivator petinju untuk para difabel, namun cukup inspiratif. Vaggelis lahir dalam kondisi tumor kanker di lengan kanannya mengakibatkan diamputasi, walau lengan kanannya tidak bisa di selamatkan demi nyawa dirinya. Saat berusia 3 bulan, dia hanya bisa menggunakan tangan kirinya. Suatu ketika, dia mencapai titik balik dimana terjadi kala dia berkenalan dengan dunia tinju. Saat itu pula, dia mulai jatuh cinta dengan arena pertarungan. Awal perkenalan Vaggelis dengan dunia tinju 10 tahun silam, setelah pindah ke dataran Inggris untuk mengejar mimpi terbesar keduanya. Pria 31 tahun tersebut bersamuh dengan pelatih pertamanya, Tony Lang, yang juga pemilik sebuah sasana tinju.

Akhirnya Vaggelis mencoba untuk menjajalnya. Meski kehilangan satu tangan, Vaggelis menunjukkan bakatnya dalam baku hantam di ring tinju. Membuat semangat untuk menantang diri sendiri semakin membara. Pada 2015, dia memulai debut sebagai petinju profesional di Athena di depan lebih dari 3.000 penonton, termasuk keluarganya. Dalam laga itu, dia menang dan membuat sejarah dalam dunia tinju, Vaggelis kalah di pertarungan ke-2. Dia menderita cedera serius yang mengharuskannya untuk absen bertarung selama 2,5 tahun. Pada Desember 2018, Dia kembali ke ring tinju dan mengalahkan petinju asal Bosnia, Mikro Zdrazdo. Kini, Vaggelis berencana untuk kembali ke Los Angeles, Amerika Serikat, untuk melanjutkan pelatihan dan membawa kariernya ke level selanjutnya. Vaggelis berharap kisahnya bisa menginspirasi orang lain untuk mendobrak batasan dan mencapai impian.

                                                 ===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518