Sarah Reinertsen, seorang atlet paralimpiade dan penulis, telah mencapai prestasi luar biasa sebagai leg amputasi wanita pertama yang menyelesaikan Ironman Triathlon. Dalam perlombaan yang terdiri dari renang 2,4 mil, sepeda 112 mil, dan lari 26,2 mil, Sarah berhasil menyelesaikan perlombaan yang melelahkan ini dengan waktu total 15 jam, 5 menit, dan 23 detik.
Sebelumnya, Sarah telah mencapai berbagai prestasi dalam karirnya sebagai atlet paralimpiade. Ia telah mewakili Amerika Serikat dalam Olimpiade Paralimpiade Musim Panas 1992, 1996, dan 2000. Selain itu, ia juga meraih medali emas dalam nomor 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik Paralimpiade pada tahun 1998.
Namun, Sarah tidak pernah puas dengan pencapaian-pencapaian itu saja. Ia ingin lebih, dan ia memutuskan untuk menantang dirinya sendiri dengan mengikuti Ironman Triathlon. Namun, baginya, tantangan bukan hanya terletak pada jarak yang harus ditempuh, tetapi juga pada kondisi fisiknya sebagai seorang leg amputasi.
Namun, Sarah tidak pernah menyerah. Ia terus berlatih dan mengikuti berbagai perlombaan untuk mempersiapkan dirinya menghadapi Ironman Triathlon. Pada tanggal 9 Oktober 2005, di usia 31 tahun, Sarah mencapai tujuannya dengan menyelesaikan perlombaan yang sangat melelahkan ini.
Prestasi yang diraih oleh Sarah Reinertsen ini bukan hanya membuktikan bahwa segala hal mungkin terjadi jika kita memiliki tekad yang kuat, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang. Sarah adalah contoh nyata bahwa ketekunan dan semangat juang yang kuat dapat membawa seseorang pada puncak keberhasilan.
Sejak saat itu, Sarah telah menjadi panutan bagi banyak orang. Ia telah menulis buku tentang pengalamannya menghadapi tantangan dalam hidup dan menjadi pembicara motivasi yang diundang ke berbagai acara untuk berbagi cerita dan pengalamannya.
Dengan semangatnya yang tak terbendung, Sarah Reinertsen adalah bukti bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita memiliki tekad dan semangat juang yang kuat. Ia telah membuktikan bahwa kesulitan tidak akan menghentikan seseorang yang memiliki tekad untuk mencapai tujuannya.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





