Sejarah prostetik menunjukkan bagaimana teknologi terus berkembang untuk membantu penyandang amputasi memperoleh kembali mobilitas dan kemandirian. Dari alat sederhana pada zaman kuno hingga prostetik robotik modern, inovasi ini telah meningkatkan kualitas hidup jutaan orang di seluruh dunia. Selain itu, meningkatnya jumlah pengguna prostetik mendorong pengembangan teknologi yang semakin canggih.
Jutaan orang hidup dengan kehilangan anggota tubuh akibat kecelakaan, penyakit, maupun kondisi bawaan. Di sisi lain, bertambahnya usia populasi dan meningkatnya kasus diabetes turut meningkatkan kebutuhan akan prostetik yang lebih nyaman, kuat, dan fungsional.
Awal Sejarah Prostetik di Zaman Kuno
Perjalanan sejarah prostetik dimulai sejak peradaban Mesir Kuno. Pada masa itu, prostetik dibuat menggunakan bahan sederhana seperti kayu, kulit, dan kain untuk membantu fungsi maupun penampilan pengguna.
Beberapa contoh prostetik bersejarah antara lain:
- Greville Chester Toe, jari kaki buatan yang lebih berfungsi sebagai pelengkap kosmetik.
- Cairo Toe, prostetik jari kaki yang lebih fleksibel sehingga dapat membantu aktivitas berjalan.
Selanjutnya, sekitar tahun 300 SM di Italia ditemukan Capua Leg, yaitu kaki prostetik yang dibuat dari kayu dan perunggu. Penemuan ini menjadi salah satu prostetik tertua yang memiliki fungsi lebih baik dibandingkan desain sebelumnya.
Perkembangan Prostetik Akibat Perang
Perang menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan teknologi prostetik. Banyaknya korban amputasi mendorong para dokter dan penemu menciptakan alat bantu yang lebih efektif.
Beberapa perkembangan penting meliputi:
- Jenderal Romawi Marcus Sergius Silus menggunakan tangan prostetik berbahan besi.
- Dokter Prancis Ambroise Paré mengembangkan prostetik fungsional bagi tentara yang mengalami amputasi.
- Pada Perang Saudara Amerika, meningkatnya jumlah amputasi mendorong inovasi prostetik secara besar-besaran.
Selain itu, muncul Hanger Limb, yaitu kaki prostetik yang menggunakan komponen karet sehingga lebih nyaman digunakan dibandingkan model sebelumnya.
Perkembangan Desain Prostetik
Memasuki abad ke-15 hingga abad ke-19, desain prostetik mulai mengalami perubahan yang signifikan. Berbagai mekanisme baru diterapkan untuk meningkatkan fungsi alat.
Teknologi yang mulai digunakan meliputi:
- Kabel.
- Pegas.
- Roda gigi.
Meskipun demikian, prostetik pada masa tersebut masih dioperasikan secara manual sehingga kemampuan geraknya masih terbatas.
Era Prostetik Modern
Pada abad ke-20, perkembangan material membawa perubahan besar dalam dunia prostetik. Kayu mulai digantikan oleh bahan yang lebih ringan dan tahan lama sehingga prostetik menjadi lebih nyaman digunakan.
Material yang banyak digunakan antara lain:
- Aluminium.
- Titanium.
- Silikon.
- Plastik ringan.
Selain lebih ringan, prostetik modern memiliki desain yang lebih presisi dan dapat disesuaikan agar menyerupai bentuk kaki asli. Oleh karena itu, pengguna memperoleh kenyamanan dan kepercayaan diri yang lebih baik.
Teknologi Prostetik Masa Depan
Perkembangan teknologi terus menghadirkan inovasi baru dalam dunia prostetik. Saat ini, berbagai penelitian mengembangkan prostetik yang mampu merespons gerakan tubuh secara lebih alami.
Beberapa teknologi yang sedang dikembangkan meliputi:
- Robotik.
- Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
- Sensor gerak.
- Realitas virtual.
- Elektrode yang terhubung dengan otot.
Sebagai contoh, penelitian di Vanderbilt University mengembangkan kaki prostetik robotik yang memiliki lutut dan pergelangan kaki bertenaga. Sistem tersebut mampu menyesuaikan gerakan pengguna sehingga aktivitas berjalan menjadi lebih alami.
Peran Lembaga Medis dalam Pengembangan Prostetik
Selain penelitian di berbagai universitas, lembaga kesehatan juga berperan penting dalam kemajuan prostetik. National Institutes of Health (NIH) mengembangkan berbagai penelitian dan basis data untuk memahami jumlah pengguna prostetik serta mengevaluasi efektivitas perawatannya.
Dengan adanya penelitian yang berkelanjutan, teknologi prostetik diperkirakan akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi penyandang amputasi.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
