Sendi lutut kaki prostetik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan mobilitas penyandang amputasi transfemoral. Perbedaan desain serta mekanisme prostetik dapat memengaruhi aktivitas otot tungkai bawah saat melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis sendi lutut kaki prostetik dan postur tubuh statis terhadap aktivitas otot serta tingkat ketidaknyamanan pengguna.
Aktivitas otot yang tidak seimbang dapat menurunkan fungsi gerak dan mengganggu titik keseimbangan tubuh. Selain itu, kondisi tersebut berpotensi menurunkan performa kerja dan produktivitas penyandang disabilitas amputasi.
Tujuan Penelitian Sendi Lutut Kaki Prostetik
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sendi lutut kaki prostetik dan postur tubuh statis terhadap aktivitas otot pada pengguna prostetik. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi dalam memilih desain prostetik yang lebih aman dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Selain itu, penelitian juga mengevaluasi tingkat ketidaknyamanan menggunakan metode Rating of Perceived Discomfort (RPD) sebagai pelengkap hasil pengukuran aktivitas otot.
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan desain within subject dengan enam partisipan pengguna kaki prostetik akibat amputasi transfemoral.
Variabel yang dianalisis meliputi:
- Jenis sendi lutut kaki prostetik.
- Postur tubuh statis.
- Aktivitas otot pengguna.
Pengukuran aktivitas otot dilakukan menggunakan Electromyography (EMG) pada beberapa otot utama, yaitu:
- Biceps Femoris (BF).
- Gastrocnemius (GC).
- Rectus Femoris (RF).
- Erector Spinae (ES).
Sinyal EMG diproses menggunakan band-pass filter 10–450 Hz untuk memperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode Repeated Measure ANOVA.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh statis memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas beberapa kelompok otot.
Otot yang mengalami perubahan aktivitas meliputi:
- Gastrocnemius (GC).
- Biceps Femoris (BF).
- Erector Spinae (ES) pada sisi kaki normal.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa jenis sendi lutut kaki prostetik tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas otot secara keseluruhan.
Pentingnya Postur Tubuh bagi Pengguna Prostetik
Postur tubuh yang kurang tepat dapat meningkatkan beban kerja otot selama beraktivitas. Akibatnya, pengguna prostetik lebih mudah mengalami kelelahan dan ketidaknyamanan.
Di sisi lain, penggunaan postur tubuh yang benar membantu menjaga keseimbangan, mengurangi tekanan pada otot, serta meningkatkan efisiensi gerakan ketika berdiri maupun melakukan aktivitas harian.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian memberikan informasi penting bagi tenaga kesehatan, terapis rehabilitasi, dan pengguna prostetik dalam menentukan strategi penggunaan prostetik yang lebih efektif.
Selain itu, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pasien amputasi transfemoral untuk memilih penggunaan kaki prostetik yang mampu menurunkan risiko Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs). Dengan demikian, pengguna dapat meningkatkan kenyamanan, mobilitas, dan performa aktivitas sehari-hari.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
