Teknologi Sensorik Baru: Memberikan “Rasa” pada Kaki Palsu

Teknologi sensorik kaki prostetik terus berkembang untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang amputasi. Penelitian terbaru memperkenalkan sistem implan yang mampu meniru aktivitas saraf alami sehingga pengguna prostetik dapat kembali merasakan pijakan saat berjalan.

Inovasi ini menjadi langkah penting karena selama ini sebagian besar kaki prostetik hanya berfungsi sebagai alat bantu gerak tanpa memberikan umpan balik sensorik kepada pengguna.

Tantangan Pengguna Kaki Prostetik

Selama bertahun-tahun, pengguna kaki prostetik mengandalkan kontrol motorik tanpa sensasi sentuhan. Akibatnya, mereka sering mengalami kesulitan mengontrol tekanan saat bergerak dan merasa kurang percaya diri ketika berjalan di berbagai permukaan.

Selain itu, otak harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan karena tidak menerima informasi dari kaki prostetik seperti pada anggota tubuh alami.

Teknologi Umpan Balik Biomimetik

Peneliti dari ETH Zürich mengembangkan sistem umpan balik biomimetik yang meniru cara kerja saraf manusia. Teknologi ini memanfaatkan model komputer untuk memetakan respons saraf terhadap tekanan saat berjalan.

Sistem tersebut terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:

  • Sensor tekanan yang dipasang pada kaki prostetik untuk mendeteksi pijakan.
  • Elektroda implan yang mengirimkan informasi ke saraf perifer pengguna.
  • Sinyal biomimetik yang menyerupai pola aktivitas saraf alami sehingga sensasi terasa lebih nyaman dibandingkan stimulasi listrik konvensional.

Hasil Uji Coba pada Manusia

Uji coba terhadap tiga sukarelawan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pengguna merasakan sensasi berjalan yang lebih alami sehingga prostetik terasa seperti bagian dari tubuh mereka.

Selain itu, penelitian juga menemukan beberapa manfaat lain, antara lain:

  • Pengguna lebih mudah menaiki tangga dan berjalan dalam jarak yang lebih jauh.
  • Rasa percaya diri meningkat saat menggunakan prostetik.
  • Beban kerja otak berkurang karena keseimbangan menjadi lebih alami.
  • Akurasi peserta meningkat sekitar 20% saat melakukan tugas berpikir sambil berjalan.

Temuan ini menunjukkan bahwa umpan balik sensorik dapat membantu meningkatkan mobilitas sekaligus mengurangi beban kognitif pengguna prostetik.

Potensi Pengembangan di Masa Depan

Saat ini teknologi tersebut masih mampu menstimulasi sebagian kecil saraf manusia. Meski demikian, para peneliti berharap sistem ini dapat dikembangkan untuk menghadirkan sensasi lain, seperti suhu dan rasa nyeri.

Dengan perkembangan tersebut, teknologi sensorik kaki prostetik berpotensi menghadirkan pengalaman yang semakin menyerupai anggota tubuh asli. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas hidup penyandang amputasi.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518