Kisah Haru Tiyo Satrio, Bocah Tanpa Tangan dan Kaki yang Tetap Berprestasi

Tiyo Satrio Tanpa Tangan dan Kaki Tetap Berprestasi dan Menginspirasi

Tiyo Satrio tanpa tangan dan kaki menjadi inspirasi bagi banyak orang melalui semangat belajar dan kegigihannya. Meski lahir dengan keterbatasan fisik, bocah asal Desa Penawangan, Jawa Barat, ini mampu menjalani berbagai aktivitas sehari-hari serta meraih prestasi di sekolah.

Kehidupan Tiyo Satrio yang Penuh Semangat

Sejak kecil, Tiyo Satrio belajar beradaptasi dengan kondisinya. Ia mampu menulis menggunakan pena yang dipegang dengan mulut sehingga tetap dapat mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya.

Selain itu, Tiyo juga bisa bermain video game dan melakukan beberapa aktivitas secara mandiri. Kemampuannya menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus berkembang.

Tidak Menyerah Menghadapi Keterbatasan

Menurut keluarganya, Tiyo tidak pernah menyerah dengan kondisi yang dialaminya. Meskipun masih membutuhkan bantuan untuk mandi, berpakaian, dan berpindah tempat, ia selalu berusaha melakukan berbagai hal sendiri.

Ibunya, Mimi, mengaku tidak mengetahui kondisi anaknya selama kehamilan. Ia baru mengetahui kondisi Tiyo sehari setelah proses persalinan.

Awalnya, keluarga merasa terkejut. Namun, seiring waktu mereka menerima keadaan tersebut dengan penuh keikhlasan dan terus memberikan dukungan terbaik bagi Tiyo.

Perjuangan Keluarga Mendampingi Tiyo Satrio Tanpa Tangan dan Kaki

Merawat Tiyo menjadi tanggung jawab utama kedua orang tuanya. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka juga terus mendampingi proses belajar dan aktivitas Tiyo.

Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri. Orang tua Tiyo mengaku sudah tidak lagi menerima bantuan pemerintah selama sekitar satu tahun. Mereka juga sulit bekerja karena harus mendampingi Tiyo setiap hari.

Dukungan Sekolah Membantu Mengembangkan Potensi

Tiyo bersekolah di SLB Firdaus dan mendapatkan dukungan penuh dari guru maupun teman-temannya. Setiap pagi, ia dijemput menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.

Selain itu, Tiyo dikenal memiliki kemampuan yang baik dalam pelajaran matematika dan agama. Menurut kepala sekolahnya, kemampuan intelektual Tiyo sangat baik bahkan mampu mengerjakan soal matematika di atas tingkat kelasnya.

Meski sempat merasa minder saat pertama kali bersekolah, ia kini semakin percaya diri berkat lingkungan sekolah yang mendukung.

Hobi Bermain Game Menjadi Hiburan Favorit

Di luar kegiatan belajar, Tiyo sangat menyukai bermain PlayStation. Ia mengoperasikan kontroler menggunakan dagunya dan sering bermain bersama teman-temannya.

Selanjutnya, aktivitas tersebut menjadi salah satu hiburan yang membuatnya tetap ceria. Semangat dan kegigihan Tiyo membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang jika memperoleh dukungan dari keluarga dan lingkungan.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518