Toton Hartono, seorang penyandang difabel asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah merasakan kebahagiaan. Lebih dari empat puluh tahun Toton mengenakan tongkat sebagai alat bantu berjalan. Toton kehilangan kaki kanannya saat masih duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD). Tepat pada Hari Kemerdekaan ke-75 RI ini, Toton melepas tongkatnya. Toton mendapatkan bantuan kaki palsu dari Polresta Cirebon.

Bagi Toton, makna merdeka adalah bisa berjalan normal seperti orang pada umumnya, atau tidak perlu menggunakan alat bantu. Toton menceritakan tentang kaki kanannya yang hilang. “Waktu SD ikut bantu-bantu. Terus kaki kena gilingan padi,” kata Toton.

Aktivitas Toton terbatas sejak menggunakan alat bantu berjalan. Kendati demikian, Toton memiliki kemampuan memasak. Ia pun memilih berjualan nasi goreng. Di tempat yang sama, Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan pihaknya ingin membantu teman-teman difabel untuk merasakan kemerdekaan bebas beraktivitas tanpa alat bantu tongkat.

Syahduddi menerangkan pemberian bantuan kaki palsu diharapkan bisa membuat mereka lebih produktif dalam bekerja. Syahduddi mengatakan tak menutup kemungkinan bantuan kaki palsu dan acara kemanusiaan lainnya rutin digelar.

ipoedkakipalsu.com

Open chat