Kisah kapten Wanita Tim Nasional Sepak Bola Disabilitas Marita Ariani

Marita Ariani yang kini berusia 20 tahun mengatakan sudah yatim piatu sejak duduk di taman kanak-kanak, Untuk menyambung hidup sehari-har, Marita Ariani membantu Sutinah meracik bahan masakan atau mencuci piring di sebuah warung milik tetangga. Marita Ariani adalah kapten tim nasional sepak bola penyandang disabilitas intelektual putri.

            Sebelum dipilih masuk tim sepak bola, Marita Ariana mengaku lebih fokus pada olah raga lari. Dia lantas mengikuti tim kelimaan nasional, hingga memperkuat tim nasional dalam berbagai pertandingan internasional. Itu di antaranya di Abu Dhabi, Malaysia, Filipina, dan India. “Posisi saya sebagai penyerang dan kapten,” kata Marita yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dari sejumlah pertandingan internasional tersebut.

            Bagi Marita Ariani, pengalaman bertanding di berbagai negara dirasa sudah cukup “Saya tidak menyesal, saya bangga bisa sampai ke mana-mana berkat sepak bola”. Untuk Sekarang yang dia butuhkan adalah memiliki pekerjaan tetap (Kata Marai).

                                                 ===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518