YAYAT Supriatna (43) terpaksa harus kehilangan tangan kirinya setelah mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2019. Tangannya harus diamputasi. Ini membuatnya terpukul. Hampir setahun, ayah dua anak ini tak berani keluar rumah karena tak percaya diri. Semangatnya kembali sejak menggunakan tangan palsu. Bukan tangan palsu biasa, tapi tangan robotik.
Semua berawal dari pertemuan Yayat dengan Wildan Trusaji, Inventor dan Co-Founder Karla Bionics. Keduanya bertemu menyusul iklan yang disebar Wildan di media sosialnya bahwa ia tengah mencari orang yang membutuhkan tangan palsu.
Saat itu, kata Wildan, ia bersama lima rekannya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah merancang lengan prostesis. Berbeda dengan lengan palsu biasa yang dibuat semirip mungkin dengan lengan aslinya, bentuk lengan prostesis yang dibuat Wildan dan teman-temannya di Karla Bionic justru sengaja dibuat berbeda dengan lengan yang asli. Tampilannya pun dibuat nampak seperti robotik. Panjangnya sekitar 40 sentimeter dengan berat kurang dari satu kilogram.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Anna-Lena Forster: Atlet Paralimpik Ski Monoski Jerman
Perjalanan Hidup dan Awal Karier Anna-Lena Forster lahir pada 15 Juni 1995 di Radolfzell, Jerman. Sejak kecil ia menghadapi tantangan medis, dengan...




