Amputasi nyaris menjadi pemupus mimpi dan cita-cita Aditya. Namun kini, jebolan akademi Persib itu bertanding di sebuah turnamen sepakbola bernama Piala Dunia Amputasi 2022, sebagai kapten Timnas Amputasi Indonesia.
Selayaknya pemuda yang mengejar karier sebagai pesepak bola profesional, Aditya menyibukkan masa kecil dan remajanya dengan latihan. Hingga akhirnya, ia berkesempatan bertanding di Piala Soeratin dan masuk diklat Persib.
Hingga akhirnya, mimpi buruk itu datang. Sebuah tekel yang menghujam kakinya dalam pertandingan sepak bola di sebuah kampus memicu perubahan drastis dalam hidupnya.
“Saya cedera waktu main di kampus, kena tekel lawan. Waktu itu di tahun 2017, lagi pertandingan uji coba di Unpad, lagi persiapan sebelum Torabika Kampus Cup, melawan tim Unpad, saya dari UIN Bandung,” jelas Aditya.
“Jadi [usai cedera dan diamputasi] tadinya saya sempat mikir untuk enggak lanjut di sepak bola. Namun, setelah lihat ada sepak bola amputee jadi tertarik lagi, semangat lagi. Terasa hidup lagi jiwanya, tadinya sudah berpikir harus gantung sepatu, ternyata ada jalan,” tambahnya.
Bagi Aditya, sepak bola amputasi memiliki tantangan tersendiri. Ada teknik khusus yang harus disesuaikan karena bermain memakai tongkat.
“Beda di tumpuan, adaptasi dengan tongkat, karena tongkat menggantikan kaki yang diamputasi. Misalnya untuk passing, shooting, dan lain-lain sekarang dibantu dengan tongkat, jadi harus terbiasa juga,” jelas Aditya.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional




