Kisah Hidup Slamet Riyadi Difabel Asal Trenggalek, Diremehkan Orang sejak Kecil Kini Buktikan Sukses Jadi Musisi dan Kreator Konten

Slamet Riyadi, warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berkali-kali menyesali kehadirannya di dunia. Ia bertanya-tanya mengapa tidak lahir dengan fisik normal seperti saudara-saudaranya

Cacian dan makian sudah didengar Slamet sejak kecil. Kata-kata pedas itu masih ia ingat hingga sekarang.
“Banyak yang mencaci maki saya. Katanya, saya ini cacat, kalau besar pasti akan merepotkan orang lain,” ujar Slamet.

Pada usia sembilan tahun, Slamet sempat tidak berani keluar rumah karena malu dan takut dicaci-maki.
Saat usianya 12 tahun, satu-satunya orang yang menyayanginya dengan tulus di keluarga ialah sang ibu. Selepas sang ibu meninggal, ia sangat sedih.
“Ibu saya meninggal, saya jadi tidak punya siapa-siapa, hanya punya diri sendiri. Dari situ saya belajar agar bisa percaya diri,” ungkapnya

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena

1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan

2. Lolos Uji Kompetensi

3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR

4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518