Perjuangan Prostesis yang Tidak Seimbang

Penggunaan prostesis yang dirancang khusus untuk atlet dapat menciptakan keunggulan kompetitif, namun juga menimbulkan potensi “tehno-doping”. Dalam lomba sprint, atlet dengan amputasi tunggal sering kali bersaing dengan atlet amputasi ganda yang menggunakan prostesis lebih panjang dan optimal, menghasilkan perbedaan performa yang signifikan. Misalnya, Michail Seitis memecahkan rekor dunia 400 meter untuk amputasi tunggal pada 2016, tetapi finis di posisi keenam karena pesaingnya adalah amputasi ganda. Pada 2018, tinggi maksimum prostesis diatur ulang dengan standar universal, memengaruhi atlet seperti Blake Leeper yang gagal ikut Olimpiade 2020 meskipun sudah lolos kualifikasi. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa prostesis di kaki kiri dapat mengurangi performa hingga 4% dalam lomba lebih dari 200 meter.

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
  2. Lolos Uji Kompetensi
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518