Dulu Sering Dibully Kini Jadi Calon Anggota Polwan

Nur Fatia Azzahra, seorang siswi disabilitas asal Bangka Belitung, mengalami perundungan sejak kecil karena memiliki keterbatasan pada tangan kanannya. Namun, ia tak membiarkan hal tersebut menghalangi cita-citanya. Dengan dukungan orang tua dan tekad yang kuat, Fatia berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia dengan predikat cumlaude. Kisah inspiratifnya terus berlanjut ketika ia memutuskan untuk mengikuti rekrutmen Bintara Polri melalui jalur disabilitas pada 2024. Fatia berhasil lolos seleksi dan kini sedang menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri. Melalui perjuangannya, Fatia ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkontribusi di lingkungan kepolisian. Ia berharap dapat menginspirasi penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengejar impian mereka.

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
  2. Lolos Uji Kompetensi
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518