Sejak lahir ukuran kaki kiri Fanny lebih besar dari kanan. Karena ukuran tulangnya juga lebih besar, Fanny hanya bisa memakai sepatu kanan saja. Perempuan lulusan jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Tanjungpura mengaku sulit menerima keterbatasan fisiknya sampai berusia 20 tahun. Kondisinya ini membuat ia dikeluarkan dari bank karena harus memakai seragam dengan keadaan kaki sempurna. Fanny lantas hijrah ke Jakarta lalu bertemu Angkie Yudistia. Di bawah bendera Thisable Enterprise, Fanny mendirikan Thisable Beauty Care pada tahun 2016. “Saya tersadar bahwa kaum difabel juga bisa berbisnis, tak cuma mengandalkan lowongan kerja,” kata Fanny kepada Tempo.co. Produk kecantikannya terdiri dari lotion, lulur, sabun dan beauty oil dengan harga Rp 30 ribu – 200 ribu. Thisable Beauty Care memberdayakan kaum difabel di Wisma Cheshire untuk mengemas produk kecantikan dan mendapatkan upah sebesar Rp 500 per unit.
Hülya Marquardt: Inspirasi Ketangguhan dan Inklusi
Latar Belakang Hülya Marquardt (lahir 8 Mei 1983 di Hagen, Jerman) adalah seorang wanita asal Stuttgart yang lahir dengan kondisi medis langka....




