Helen Keller, Tunarungu Pendobrak Keterbatasan

Penulis Veronika Yasinta | Editor Veronika Yasinta KOMPAS.com – Banyak orang di dunia kemungkinan besar pernah mendengar nama unik dari tokoh dunia satu ini, Helen Keller.

Buta dan tuli tak pernah menghentikannya untuk selalu berkarya, bahkan untuk menghasilkan buku. Helen merupakan perempuan pertama yang tunanetra dan tunarungu, namun berhasil menjadi seorang penulis, aktivis politik, dan dosen. Dia selalu dikenang sebagai contoh kekuatan besar terhadap advokasi bagi orang-orang dengan disabilitas.

Kelahiran Helen Adams Keller lahir pada 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama, Amerika Serikat. Ayahnya bernama Arthur Keller yang merupakan keturunan Kolonel Alexander Spottswood, seorang gubernur kolonial Virginia. Sementara sang ibu, Kate Adams Keller berasal dari keluarga Inggris terkemuka.

Ayah Helen berprofesi sebagai kapten pasukan Konfederasi. Keluarganya kehilangan banyak kekayanaan pada masa Perang Saudara sehingga membuat mereka hidup sederhana. Helen mulai berbicara sejak usia 6 bulan dan dapat berjalan pada usia satu tahun.

Pada usia 19 bulan, Helen menjadi buta dan tuli karena penyakit yang tidak diketahui, namun kemungkinan karena rubella atau demam scarlet.

Pada saat itu, dokter keluarganya menyebut penyakit yang menyerang Helen sebagai “demam otak” sehingga membuat suhu badannya tinggi.

Ibu Helen menyadari putrinya tidak bereaksi terhadap apa pun ketika bel makan malam berbunyi, atau lambaian tangan tepat di depan wajahnya. Tumbuh kembangnya dibantu oleh putri bungsu koki di rumahnya, Martha Washington.

Keduanya menciptakan metode terbatas untuk berkomunikasi. Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Yip Man, Master Wing Chun Pelatih Bruce Lee Mereka selanjutnya menemukan lebih dari 16 simbol komunikasi satu sama lain.

Namun Helen menjadi anak yang liar dan tidak patuh. Dia menendang dan berteriak ketika marah, serta cekikikan tak terkendali ketika merasa bahagia.

Perjalanan terhebat Kisahnya menyebar hingga Massachusetts dan New England. Bak selebriti, semua orang mengenalinya. Pada paruh abad 20, Helen menyoroti isu sosial dan politik, termasuk hak pilih bagi perempuan, perdamaian, dan pengendalian kelahiran.

Dia berpidato di depan Kongres untuk menyerukan peningkatan kesejahteraan bagi tunanetra. Pada 1915, bersama dengan perencana kota ternama George Kessler, dia mendirikan Helen Keller International. L

embaga berfokus memerangi penyebab dan konsekuensi kebutaan, serta manultrisi. Pada 1920, dia membantu mendirikan American Civil Liberties Union. Ketika American Federation for the Blind (AFB) berdiri pada 1921, Helen memiliki sarana efektif untuk mengupayakan perjuangannya.

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518

Open chat