Koko Sarjana Sukses yang Sempat Diamputasi Kakinya

Tumbuh dengan kondisi fisik tidak normal usai amputasi kaki. Eko Praman Putra (31) sempat terpuruk karena selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya. Namun kuatnya tekad merubah nasib berhasil membawa Koko sapaannya meraih gelar sarjana. Dan kini bekerja di perusahaan perkebunan di Aceh Tamiang.

Masa kecil yang dilalui Koko memang sangat tidak mudah. Di tengah keriangan dunia anak seusianya, Koko justru terpuruk karena harus kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan lalu lintas. Insiden kelam yang sudah berlalu 21 tahun itu masih terus melekat di benak Koko. Bagaimana tidak, peristiwa di medio tahun 2000 tersebut langsung merubah jalan hidupnya. “Biasanya kita leluasa bermain, lari-lari, tapi kecelakaan itu merubah segalanya,” kata Koko, Sabtu (20/3/2021).

Kronologi Kecelakaan

Ketika itu, Koko yang masih duduk di bangku kelas lima SD mengalami kecelakaan di jalan lintas Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.  Hantaman keras truk membuat kaki kanannya luka parah dan tim medis menyarankan harus diamputasi. Koko yang mendapat kabar itu mengaku hanya bisa pasrah.  “Kejadiannya pas liburan sekolah karena puasa, saya ke tempat saudara di Tebingtinggi,” kata Koko, Sabtu (20/3/2021).


Koko mengungkapkan, hal paling terberat yang dilaluinya bukan ketika masuk ruang operasi amputasi, tapi justru cobaan pasca-operasi.  “Sejak SD, saya sudah pakai kaki palsu. Kawan-kawan menganggap ini lucu, makanya saya selalu diejek,” ungkapnya.Ejekan ini membuat Koko lama terpuruk. Dia lebih memilih mengurung diri di rumah. Diakuinya, kondisi ini berlangsung hingga SMP.

Dorongan Orang Terdekat

“SMA sudah tidak ada, justru dari teman-teman SMA dan dorongan keluarga, saya berniat melanjutkan kuliah,” ujarnya. Dorongan ini semakin memacu Koko untuk merubah nasibnya dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta di Medan. Berkat kegigihannya menuntut ilmu, Koko telah hidup mandiri karena sudah bekerja di sebuah perkebunan di Aceh Tamiang. Kini, kehidupannya semakin sempurna setelah pernikahannya diberkahi dengan seorang anak berusia lima tahun.

Faisal dan Isma

Kondisi ini pun dialami Faisal dan Isma yang sempat terpukul karena masing-masing kaki kanan mereka diamputasi. Bedanya, Faisal dan Isma kehilangan kaki akibat kecelakaan di usia muda. 

“Selagi masih sehat, masih sempurna, sebaiknya naik kereta (sepeda motor) yang baik-baik saja. Jangan sampai menyesal kayak kami,” kata Faisal yang kini membuka usaha pangkas rambut di Aceh Tamiang. Faisal mengungkapkan, kehidupan menggunakan kaki palsu membuat aktivitasnya terbatas. Terlebih harga kaki palsu ini terbilang mahal, mencapai Rp 7 juta.“Kalau rusak kan harus beli baru, harganya mahal, yang agak-agak nyaman dipakai itu Rp 7 juta,”. Ungkap Faisal yang mengaku baru menerima bantuan kaki palsu dari PLN.

Ketika dikonfimrasi, Manajer PLN ULP Kualasimpang, Zulham ZA menjelaskan. Pihaknya telah menyalurkan bantuan kaki palsu dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN kepada 10 orang.  Penyaluran bantuan ini disebutnya dilakukan bersama Bupati Aceh Tamiang, Mursil.  “Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan membuat saudara-saudara kita beraktivitas dengan baik,” tukas Zulham.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).

Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.

2. Lolos Uji Kompetensi.

3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.

4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.

SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

ipoedkakipalsu.com

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518