Mbah Gayeng adalah seorang penjual balon yang hidup sebatang kara. Salah satu tangan dan kakinya tak berfungsi layaknya orang normal. Sehari-hari, Ia harus berjualan balon menyusuri jalan-jalan di wilayah Kotagede, Kota Yogyakarta, dengan bantuan kruk agar kakinya tetap bisa melangkah.

Walau begitu, segala keterbatasan yang ada pada diri Mbah Gayeng tak menghalanginya untuk selalu berbagi dengan orang lain. Setiap hari, Mbah Gayeng selalu menyisihkan setengah dari penghasilannya untuk memberi makan anak jalanan. Bahkan, Ia mempunyai mimpi untuk memberikan 300 nasi bungkus kepada anak jalanan.

Karena diberi keterbatasan fisik, Mbah Gayeng harus menyiapkan balon dagangannya dengan satu tangan. Tak hanya itu, dia juga harus berjalan menyusuri jalanan di Kotagede dari pagi hingga petang dengan satu kaki. Walaupun begitu, kekurangan itu tidak membuat Mbah Gayeng putus asa. Dia tetap menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Keadaan itu tidak menjadi penghalangnya untuk bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Mbah Gayeng adalah sosok yang senang berbagi. Pernah pada suatu hari ada anak kecil penjual kerupuk di jalan yang terus melihat balon Mbah Gayeng dari jauh. Bahkan sampai magrib Ia tak berani mendekat dan hanya duduk di trotoar karena dagangannya tidak laku.

Mengetahui hal itu, Mbah Gayeng langsung menuju warung makan dan membeli dua nasi bungkus. Dia pun langsung mengajak anak kecil itu makan bareng dan memberinya balon secara cuma-cuma. Setiap harinya Mbah Gayeng mendapat penghasilan sekitar Rp20-30 ribu dari berjualan balon. Walau penghasilannya tak banyak, setiap hari Mbah Gayeng selalu menyisihkan separuhnya untuk membelikan makanan pada anak jalanan yang ditemuinya. Bahkan Ia bermimpi untuk bisa memberikan 300 nasi bungkus kepada anak jalanan.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
  2. Lolos Uji Kompetensi.
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

ipoedkakipalsu.com

Open chat