Di balik kesuksesan Eifie, terdapat peran besar keluarga yang tidak pernah berhenti mendukung. Ibunya, seorang penjual kue keliling, menjadi penyemangat utama. “Setiap kali ibu melihat saya latihan, dia selalu bilang ‘Anakku pasti bisa’,” ujar Eifie dengan mata berkaca-kaca. Adik-adiknya juga membantu dengan mengambil alih pekerjaan rumah tangga agar Eifie bisa fokus berlatih. Dukungan keluarga inilah yang menjadi penyemangat terbesar Eifie saat menghadapi masa-masa sulit, termasuk setelah kepergian sang ayah.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, keluarga Eifie tidak pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik. Sang ibu rela bekerja lebih keras demi memastikan kebutuhan anak-anaknya tercukupi, termasuk mendukung biaya perjalanan Eifie saat mengikuti perlombaan. Baginya, setiap perjuangan kecil yang dilakukan keluarga adalah doa yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Selain itu, kebersamaan mereka membuat Eifie tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan. Setiap kali ia merasa lelah atau ingin menyerah, kehangatan keluarga menjadi obat yang menumbuhkan kembali semangatnya. Ia percaya bahwa keberhasilannya bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari cinta dan pengorbanan orang-orang terdekat.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





